Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
22 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
21 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
3
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
4
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
5
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
19 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Petugas Lembur, Satu Titik Api Hutan Gunung Ciremai Belum Padam

Petugas Lembur, Satu Titik Api Hutan Gunung Ciremai Belum Padam
Senin, 12 Agustus 2019 23:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Berdasarkan pantauan Tim Apuy, satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga Minggu sore (12/8), pukul 17.00 WIB.

"Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Minggu (12/8/2019).

Tim Apuy yang berjumlah 20 orang merupakan bagian dari tim gabungan yang dibentuk untuk pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Sementara itu, tim pos taktis Sanghiyang Ropoh memulai kegiatan pemadaman pukul 06.00 WIB secara manual di 2 titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh dan api berhasil di padamkan pada pukul 15.00 WIB.

"Memastikan operasi pemadaman berlangsung, Pos Komando (Posko) Palutungan melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh dan tambahan personel lapangan," ujarnya.

Sedangkan dukungan udara, kata dia, helikopter yang mampu membawa 4.000 liter air dalam 'bucket' ini belum secara optimal membantu pemadaman.

"Helikopter jenis Bell 412 yang terbang pukul 17.00 WIB hari ini (12/8) tidak memungkinkan pengeboman atau water-bombing. Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan," tegasnya.

Namun demikian, helikopter dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00 - 11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca.

"Selain terkendala angin yang berubah setiap saat, beberapa tantangan di hadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian menyulitkan untuk pemadaman secara manual," urainya.

Angin kencang katanya lagi, juga memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia dan sarana-prasarana terbatas.

Adapaun Personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang (70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan) berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik.

"BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut. Luasan kawasan terbakar mencapai 371 ha; kawasan yang terpapar berada pada ketinggian 2.600 - 3.078 m dpl," bebernya.***


wwwwww