Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
19 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
17 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
4
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
17 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
5
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
Politik
20 jam yang lalu
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
6
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
17 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
Home  /  Berita  /  Riau

Api Karhutla Tak Kunjung Padam, Polisi Terpaksa Tidur di Hutan Kuala Cenaku Inhu

Api Karhutla Tak Kunjung Padam, Polisi Terpaksa Tidur di Hutan Kuala Cenaku Inhu
Kamis, 15 Agustus 2019 21:48 WIB
PEKANBARU - Puluhan personel Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berupaya memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Namun, api yang tak kunjung padam membuat polisi terpaksa tidur di hutan. Bermodalkan satu tenda dinas, para polisi tidur di hutan yang tidak jauh dari lokasi karhutla yang terjadi di wilayah Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu.

Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, sebanyak 39 orang personel yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Desa Pulau Gelang. "Anggota tidur di hutan sejak Senin (12/8/2019). Sampai saat ini, personel masih berada di dalam hutan untuk memadamkan api," kata Misran.

Upaya pemadaman, kata dia, dilakukan sejak Jumat (9/8/2019) lalu. Saat itu, Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting juga turun langsung ke lokasi memadamkan api. "Saat itu, kebakaran sedang membesar. Jadi, kekuatan personel ditambah. Jadi, sekarang ada 39 personel di lokasi," kata Misran.

Karena banyaknya kendala yang dihadapi petugas, lanjut dia, para personel terpaksa tidur di hutan. "Personel mendirikan satu tenda. Di situlah mereka tidur sama-sama," ujar Misran, yang juga ikut memadamkan api.

Sulitnya pemadaman, sambung dia, karena akses ke lokasi cukup jauh, kondisi kebakaran sudah sangat luas, dan sumber air terbatas. "Lokasi kebakaran tanah gambut, jadi sulit dikendalikan. Asap juga pekat di lokasi," kata Misran.

Walaupun demikian, tambah dia, Polres Inhu akan terus berupaya maksimal untuk menaklukan api tersebut. "Ini merupakan bukti keseriusan kami untuk memadamkan titik api dan mempersempit karhutla di wilayah Inhu," terang Misran.

Polres Inhu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memerangi karhutla. "Karena dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tapi makhluk hidup dan lingkungan," ujar Misran.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan beberapa wilayah di Riau diselimuti kabut asap. Di antaranya, Kota Pekanbaru, Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan. Jarak pandang di tiga wilayah ini sama-sama tiga kilometer pada pagi harinya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:KOMPAS.COM
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Riau

wwwwww