Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
13 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
16 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
15 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
15 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
20 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Ini Program Kesehatan Pemko Sawahlunto

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Ini Program Kesehatan Pemko Sawahlunto
Dr. Al Anshari, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto.
Jum'at, 16 Agustus 2019 10:44 WIB
Penulis: Anton Saputra
SAWAHLUNTO - Untuk mendukung kesehatan tumbuh kembang anak-anak Kota Sawahlunto, di bulan Agustus 2019 ini ada dua program pemerintah yang wajib diterima anak, yakni pemberian vitamin A dan pemberian obat cacing.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, Dr. Al Anshari mengatakan, pemberian obat cacing Albendazole dilakukan hanya untuk anak berusia di atas 1 tahun.

Anak yang mengidap cacing akan menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuhnya sehingga nutrisi tidak sempurna diserap. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan pertumbuhan anak.

"Untuk anak usia 12 bulan sampai 59 bulan, obat cacing bisa diterima di Puskesmas atau Posyandu dengan pemberian yang dikombinasikan dengan vitamin A. Sedangkan untuk anak usia 6 sampai 12 tahun diberikan petugas Puskesmas di sekolah," ungkap Al Anshari saat dihubungi via telepon Kamis, (15/8/2019).

Pemberian obat cacing ini hanya dilakukan apabila anak sehat, tidak demam ataupun sakit, anak sudah sarapan pagi dan hanya dilakukan oleh petugas Puskesmas atau kader kesehatan yang sudah terlatih.

Dr Al --sapaan akrabnya-- juga mengajak kepada orang tua untuk tidak khawatir dan ikut serta dalam mendukung pemberian obat cacing, karena tujuannya baik dan sangat berguna bagi anak.

"Di Sawahlunto sendiri jumlah anak penderita cacingan terbilang kecil, yakni hanya 0,02 persen. Dan saat ini Sawahlunto sedang dalam proses Sertifikasi Bebas Cacingan dari Kementrian Kesehatan," tandasnya. (ton)


wwwwww