Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
20 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
2
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kemenangan Jokowi-Maruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
3
Hetifah Minta Kemendikbud Prioritaskan Masalah Guru Honorer, Prekrutan Baru Didorong secara Digital
Nasional
23 jam yang lalu
Hetifah Minta Kemendikbud Prioritaskan Masalah Guru Honorer, Prekrutan Baru Didorong secara Digital
4
Syarief Hasan Minta Presiden untuk Menolak RUU HIP
Politik
21 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Presiden untuk Menolak RUU HIP
5
Syarief Hasan: Sidang Tahunan MPR Terapkan Protokol Kesehatan
MPR RI
21 jam yang lalu
Syarief Hasan: Sidang Tahunan MPR Terapkan Protokol Kesehatan
6
Komisi V DPR: Pemerintah Harus Benahi Kredit Rumah Pro Rakyat
Politik
21 jam yang lalu
Komisi V DPR: Pemerintah Harus Benahi Kredit Rumah Pro Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jokowi Minta Izin Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Fadli Zon Singgung Jonggol

Jokowi Minta Izin Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Fadli Zon Singgung Jonggol
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di selasar Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. (Foto: Zul/GoNews)
Jum'at, 16 Agustus 2019 14:05 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Jokowi secara terbuka meminta izin untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, singgung keunggulan Jonggol.

Penyebutan Jonggol, salah satu daerah di kawasan Bogor Timur itu, diawali dengan pandangan Fadli soal perpindahan Ibu Kota yang sebetulnya sudah diwacanakan sejak era Bung Karno.

"Ini gagasan sudah ada dari zaman Bung Karno. Pak Harto juga sudah menggagas, waktu itu rencananya pemindahan Ibu Kota ke daerah Bogor Timur, wilayah Jonggol dan sekitarnya, yang saya kira ini jauh lebih memungkinkan secara infrastruktrur dan sebagainya," tukas Fadli usai mengkuti Rapat Bersama DPR-DPD RI di Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (16/08/2019).

Sementara Jokowi dalam pernyataan terbukanya meminta, agar Ibu Kota dipindah ke wilayah Kalimantan. Fadli khawatir, rencana itu hanya sebatas rencana yang tak bisa direalisasikan. Menginggat, perpindahan ke Kalimantan berarti melalukan pembangunan dari awal yang tentu butuh biaya besar.

"Jangan seperti dulu, ada Mobnas (mobil nasional), tapi selama 5 tahun nggak jadi jadi. Ada pemindahan Ibu Kota tapi juga nggak jadi jadi," ujar Fadli.

Apalagi, kata Fadli, karena pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan berarti memindahkan juga gedung-gedung kenegaraan, sarana pendidikan, dan lainnya dimulai dari nol, maka perlu kajian secara mendalam yang betul-betul melibatkan banyak stakeholder.

"Apakah kita punya kekuatan finansial untuk itu?," Ia bertanya.

Menanggapi pertanyaan wartawan soal kemungkinan menjual aset negara demi memindahkan Ibu Kota, Fadli tegas mempertanyakan,"lha iya, aset negara yang mana yang mau dijual? Apakah pulau kita? Tanah kita?,".

Dengan beratnya memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan dalam pandangan Fadli, wakil Prabowo Subianto di partai Gerindra ini pun lantas meminta Jokowi untuk membuat agenda yang lebih tepat sasaran untuk rakyat.

Fadli, menyinggung soal kondisi ekonomi Indonesia yang menurutnya tak cukup baik dan tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan pekerjaan.

Sebelumnya dalam pidato di Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jokowi mengungkapkan, salah satu alasan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan adalah "demi Visi Indonesia Maju," yang tak lain terkait erat dengan upaya memajukan perekonomian bangsa.***


wwwwww