Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lewat Permainan Kreatif, Adit Taklukan Uzair di Babak Kelima
Olahraga
18 jam yang lalu
Lewat Permainan Kreatif, Adit Taklukan Uzair di Babak Kelima
2
KPU DKI Gelar Sayembara Maskot dan Jingle Pemilihan Gubernur Jakarta
Pemerintahan
18 jam yang lalu
KPU DKI Gelar Sayembara Maskot dan Jingle Pemilihan Gubernur Jakarta
3
Jet Pribadi Sandra Dewi Diselidiki Kejagung dalam Kasus Korupsi PT Timah
Hukum
17 jam yang lalu
Jet Pribadi Sandra Dewi Diselidiki Kejagung dalam Kasus Korupsi PT Timah
4
Johnny Depp Berencana Beli Kastil Tua Bersejarah di Italia
Umum
17 jam yang lalu
Johnny Depp Berencana Beli Kastil Tua Bersejarah di Italia
5
Ditanya Kemungkinan Rujuk dengan Farhat Abbas, Nia Daniaty Pilih Bungkam
Umum
17 jam yang lalu
Ditanya Kemungkinan Rujuk dengan Farhat Abbas, Nia Daniaty Pilih Bungkam
6
PJ Gubernur Ribka Haluk Buka UKW Perdana Papua Tengah
Umum
17 jam yang lalu
PJ Gubernur Ribka Haluk Buka UKW Perdana Papua Tengah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Minta Kabinet Dirombak Total, Politikus PDIP Ini Sebut Ekonomi Era Jokowi Sangat Buruk

Minta Kabinet Dirombak Total, Politikus PDIP Ini Sebut Ekonomi Era Jokowi Sangat Buruk
Jum'at, 16 Agustus 2019 02:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kritikan pedas terhadap Pemerintahan Jokowi datang dari kader sekaligus politikus PDIP, Effendi Simbolon.

Effendi Simbolon bahkan mengaku sangat prihatin dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Menurut dia, kinerja tim ekonomi Presiden Jokowi sangat buruk sehingga kabinet harus dirombak total pada periode berikutnya.

Salah satu yang dia sorot adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dia mengatakan, wacana mempertahankan Sri Mulyani tetap menjadi menteri sangat memprihatinkan.

"Tim ekonomi masih mau dipertahankan. Waduuh… Ini kepentingan yang punya uang saja diperhatikan, Eropa, Amerika, dan Singapura sana. Mempertahankan Sri Mulyani sama saja kita mempertahankan kita di bawah belenggunya rentenir itu. Itu harus di bongkar. Kita bongkar dia kok di zaman SBY,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/8).

Masalah besar Indonesia saat ini kata Effendi, salah satunya adalah ketergantungan pada pinjaman. Nanti, ujung-ujungnya akan menjadi bom waktu bagi negara dan paling memprihatinkan akan menyengsarakan rakyat.

"Ketergantungan kita pada pinjam-meminjam itu sangat luar biasa. Harusnya kita ketergantungan kita kepada rakyat, yang bisa kita gali dari rakyat kita sendiri," tandasnya.

Maka itu, dia meminta agar Jokowi lebih cermat lagi mengangkat tim ekonomi pada periode keduanya. Ini karena harapan terbesar rakyat kepada Jokowi adalah kesejahteraan.

"Jadi, menurut saya, yang dikoreksi itu harusnya ekonomi kita. Biaya mencapai 5 persen itu sangat luar biasa. Berapa triliun uang kita berputar. Berapa banyak kemudian yang dihambur hamburkan oleh para koruptor. Ini bukan memalukan, ini memprihatinkan. Ini bukan mengkritik pak Jokowi. Ini kenyataan pak. Ekonomi kita hancur, kita mati semua," tegasnya.

Dia mengusulkan agar orang yang diberi tanggung jawab di bidang ekonomi haruslah orang yang memiliki komitmen tinggi. Salah satunya, meningkatkan perekonomian Indonesia ke angka 7 persen.

"Artinya, ini yang dibenahi. Ini berkaitan harkat orang banyak. Ekonomi pak. Benahi semua untuk memastikan sampai ke 7 persen," ujarnya.

Dia kemudian membeberkan bahwa sebenarnya kepentingan para elite politik mengincar jabatan hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi. Bahkan, tak sedikit dari para pejabat yang hanya memikirkan kekayaan pribadi.

"Memuakkan sebenarnya, saya di politik aja sudah muak sebenarnya. Ujung ujungnya harus ingin merampok aja kok. Ga ada urusan. Duit, kedaulatan, status itu penting (bagi mereka). Itu itu aja. Berkutat di situ situ aja kok kebidupan politik kita," ujar dia.***

wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/