Mengenal KMT dan Untung Rugi Naik KRL

Mengenal KMT dan Untung Rugi Naik KRL
Kartu Multi Trip (KMT) untuk kemudahan perjalanan dengan KRL di Jabodetabek. (Foto:Zul/GoNews.co)
Minggu, 18 Agustus 2019 20:47 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek telah merilis Kartu Multi Trip atau KMT yang berfungsi sebagai tiket perjalanan menumpang KRL di relasi perjalanan KRL se-Jabodetabek.

Untuk memiliki kartu ini, penumpang KRL Jabodetabek bisa membeli di loket-loket yang disediakan di stasiun KRL di Jabodetabek, seharga Rp30.000,-, itu sudah termasuk saldo Rp 10.000.

Saldo di KMT akan berkurang sesuai penggunaan penumpang (perjalanan yang ditempuh dengan menumpang KRL). Dan dapat diisi kembali di loket-loket dan mesin yang tersedia di stasiun KRL Jabodetabek, dengan nominal minimal Rp 10.000,-.

Sejauh ini, PT KCI terus melakukan sosialisasi baik melalui media sosial resmi Twitter @commuterline, Instagram @commuterline, Facebook Commuter Line, dan juga Call Center (021) 121.

Selain melalui media digital tersebut, sosialisasi juga dilakukan melalui pemasangan banner dan poster yang dipasang di lima stasiun khusus KMT, informasi yang disampaikan oleh Petugas Pelayanan KRL (PPK) di dalam KRL, petugas announcer di stasiun, serta melalui Passanger Information Display (PID) yang ada di dalam KRL.

"Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan sehingga seluruh pengguna jasa KRL Commuter Line dapat memahami dan mengerti tentang ketentuan yang berlaku," bunyi kutipan artikel yang dimuat krl.co.id.

Saldo yang tersimpan di KMT, juga dapat diuangkan, jika pengguna berniat tak lagi menggunakan KRL sebagai sarana transportasinya. Per 1 Juli 2019, PT Kereta Commuter Indonesia mulai memberlakukan mekanisme redeem bagi pengguna yang hendak mengambil seluruh saldo di dalam KMT. Saldo yang tersisa, bisa diambil seluruhnya hingga saldo kartu menjadi Rp 0,-.

Situs krl.co.id melansir, hal ini "sesuai Peraturan Bank Indonesia nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik, mekanisme ini adalah pengakhiran penggunaan uang elektronik (redeem),".

Lansiran tersebut menyebutkan, Pemilik KMT yang menyatakan hendak melakukan redeem perlu memahami bahwa KMT-nya akan dikembalikan kepada PT KCI sehubungan sudah dinyatakan tidak akan digunakan kembali pada waktu yang akan datang.

Terkait hal ini, salah satu petugas loket Stasiun Pal Merah, Jakarta, pada GoNews.co, Minggu (18/08/2019) petang mengatakan, "itu pun gak bisa langsung cair, sekira paling lambat 14 hari kerja,".

Adapun KMT-nya, tidak bisa diuangkan meskipun pengguna menyatakan tak akan lanjut menggunakan KRL. Nilai kartu fisik tersebut adalah Rp 20.000,- dan tak bisa diuangkan.

"Nggak bisa, tapi Saldonya bisa," ujarnya.

Pada salah satu sisi fisik KMT tertulis, bahwa kartu tersebut milik perusahaan (bukan milik pengguna).

Petang yang sama, GoNews.co mendapati calon penumpang wanita yang tengah mengalami kendala. Entah apa soalnya, tapi terdengar Ia mengatakan, "tapi uang saya habis,".

Beberapa hari sebelumnya, saat pertama menggunakan KMT, reporter GoNews.co hendak mengisi kartu THB untuk perjalanan Stasiun Palmerah-Serpong/Rawa Buntu, tapi petugas menyatakan THB tak lagi berlaku di stasiun tersebut (sebagaimana telah disosialisasikan), sehingga calon penumpang bisa membeli KMT.

"Berapa?" tanya reporter GoNews.co, Jumat (17/08/2019).

"Rp 30.000,-" jawab petugas dan terjadilah transaksi pembelian KMT seharga Rp 30.000.

Menumpang KRL untuk menghindari macet di perjalanan, diakui banyak pihak memang jadi pilihan. Terlebih, tarif perjalanan dengan KRL bisa jauh lebih murah jija dibanding dengan menggunakan transportasi umum lainnya.

Jika masih tersisa kursi untuk duduk (biasanya di luar office hour), menumpang KRL juga makin menyenangkan. Interior KRL yang OK, bersih dan berpendingin udara, serta tayangan hiburan di layar digital tiap gerbong melengkapi suasana santai perjalanan dengan KRL.

Saat berada di stasiun keberangkatan ataupun stasiun tujuan, pengguna juga dimanjakan dengan toilet dan musholla yang bersih, spot pengisian daya gadget, dan outlet-outlet jajanan yang tentu membuat nyaman.

Selamat menikmati perjalanan murah dan cepat dengan KRL! Dua hal yang layak diketahui, jika pembayaran biaya perjalanan dilakukan menggunakan KMT, Anda tak perlu khawatir karena Anda bisa turun di stasiun mana pun, dan nilai pemotongan saldo akan disesuakan-dimana Anda tap out.

Tapi hal penting pula untuk diingat, bahwa setiap lembar KMT yang Anda gunakan memiliki nilai awal Rp20.000,- dan tidak bisa Anda uangkan. Jika ini membuat Anda merasa rugi, Anda bisa berpindah stasiun untuk tetap menggunakan kartu THB.

Kartu THB ini, bisa dicairkan senilai Rp10.000,- jika Anda berniat tak menggunakan lagi KRL untuk beberapa waktu atau Anda butuh tambahan uang senilai tersebut.***


       
        Loading...    
           
wwwwww