Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
2
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
3
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Politik
20 jam yang lalu
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
4
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
5
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
Hukum
20 jam yang lalu
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
6
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
DPR RI
20 jam yang lalu
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Sumbar Khawatir Kabut Asap akan Ganggu Event Tour de Singkarak 2019

Sumbar Khawatir Kabut Asap akan Ganggu Event Tour de Singkarak 2019
Peserta TdS saat melewati kabut asap pada event TdS 2015. (katapemerintah.website/tss/gatra.com)
Sabtu, 14 September 2019 11:18 WIB
PADANG - Beberapa hari terakhir, masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dilanda musibah kabut asap. Kualitas udara di wilayah ini dinilai semakin memburuk, akibat 12 titik api di wilayah tersebut, serta asap kiriman dari Riau dan Jambi.

Pemerintah setempat mengkhawatirkan, kondisi ini akan berpengaruh terhadap minat peserta event balapan sepeda internasional atau Tour de Singkarak (TdS) 2019 nanti. Terutama peserta dari luar negeri yang selama berminat tinggi mengikuti event ini.

Dikutip dari Gatra.com, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian berharap, kabut asap ini cepat berlalu dan tidak semakin parah sehingga tidak berdampak pada minat peserta luar negeri maupun dalam negeri nanti pada November mendatang.

"Ya, mudah-mudahan kabut asap ini tidak semakin parah, agar tidak berpengaruh pada minat peserta dalam mengikuti TdS 2019," kata Oni kepada Gatra.com, Sabtu (14/9) saat dihubungi.

Kendati demikian, Oni belum bisa memastikan berakhirnya kabut asap ini. Namun menurutnya pemerintah sedang berusaha menangani agar tidak semakin parah. Dengan begitu, juga belum bisa dipastikan akan berpengaruh pada event balapan sepeda internasional tersebut.

"Sampai saat ini kita belum tahu, karena kabut asap ini baru beberapa hari ini memasuki wilayah Sumbar. Mudah-mudahan tidak berpengaruh," ujarnya.

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan Koordinator Tim Teknis Asep Cheppy Sulaiman, atas dampak asap terhadap penurunan peserta TdS nantinya. Apalagi saat ini kualitas udara di Sumbar terus memburuk.

"Takut berpengaruh kepada TdS. Kita sebenarnya sudah resah, tapi mudah-mudahan ini cepat berlalu, dan ivent TdS November tetap lancar," harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung Indrianto mengatakan, jumlah peserta TdS 2019 hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan informasi dari tim teknis dan Union Cycliste Internationale (UCI).

Sebagai informasi, pelaksanaan TdS ini pernah dilaksanakan saat dilanda kabut asap tahun 2015 lalu. Waktu itu acara kebanggaan Sumbar itu tetap berlangsung, hanya saja agak terganggu. Terutama pembalab banyak mengalami gangguan pernafasan. (gtr)

Editor:arie rh
Sumber:gatra.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Lingkungan, Olahraga, Sumatera Barat

wwwwww