Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tegas! Demokrat Tutup Pintu Amandemen UUD dan Dekrit Perpanjangan Jabatan Jokowi
Politik
8 jam yang lalu
Tegas! Demokrat Tutup Pintu Amandemen UUD dan Dekrit Perpanjangan Jabatan Jokowi
2
Patricia dan Kiarra Raih Emas Kedua, Keane Cetak Hattrick
Olahraga
23 jam yang lalu
Patricia dan Kiarra Raih Emas Kedua, Keane Cetak Hattrick
3
Dimana Sebenarnya Gerindra dalam Wacana Jokowi 3 Periode?
Politik
21 jam yang lalu
Dimana Sebenarnya Gerindra dalam Wacana Jokowi 3 Periode?
4
Sampah dan Limbah B3 masih Jadi Soal, PKS Sesalkan Pengurangan Anggaran
Nasional
10 jam yang lalu
Sampah dan Limbah B3 masih Jadi Soal, PKS Sesalkan Pengurangan Anggaran
5
Kemendagri Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Humas Pemerintah
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Kemendagri Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Humas Pemerintah
6
Juara Nan Quan Senior Putri Itu Tenyata Seorang Dokter
Olahraga
7 jam yang lalu
Juara Nan Quan Senior Putri Itu Tenyata Seorang Dokter
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Sumbar Khawatir Kabut Asap akan Ganggu Event Tour de Singkarak 2019

Sumbar Khawatir Kabut Asap akan Ganggu Event Tour de Singkarak 2019
Peserta TdS saat melewati kabut asap pada event TdS 2015. (katapemerintah.website/tss/gatra.com)
Sabtu, 14 September 2019 11:18 WIB
PADANG - Beberapa hari terakhir, masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dilanda musibah kabut asap. Kualitas udara di wilayah ini dinilai semakin memburuk, akibat 12 titik api di wilayah tersebut, serta asap kiriman dari Riau dan Jambi.

Pemerintah setempat mengkhawatirkan, kondisi ini akan berpengaruh terhadap minat peserta event balapan sepeda internasional atau Tour de Singkarak (TdS) 2019 nanti. Terutama peserta dari luar negeri yang selama berminat tinggi mengikuti event ini.

Dikutip dari Gatra.com, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian berharap, kabut asap ini cepat berlalu dan tidak semakin parah sehingga tidak berdampak pada minat peserta luar negeri maupun dalam negeri nanti pada November mendatang.

Ads

"Ya, mudah-mudahan kabut asap ini tidak semakin parah, agar tidak berpengaruh pada minat peserta dalam mengikuti TdS 2019," kata Oni kepada Gatra.com, Sabtu (14/9) saat dihubungi.

Kendati demikian, Oni belum bisa memastikan berakhirnya kabut asap ini. Namun menurutnya pemerintah sedang berusaha menangani agar tidak semakin parah. Dengan begitu, juga belum bisa dipastikan akan berpengaruh pada event balapan sepeda internasional tersebut.

"Sampai saat ini kita belum tahu, karena kabut asap ini baru beberapa hari ini memasuki wilayah Sumbar. Mudah-mudahan tidak berpengaruh," ujarnya.

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan Koordinator Tim Teknis Asep Cheppy Sulaiman, atas dampak asap terhadap penurunan peserta TdS nantinya. Apalagi saat ini kualitas udara di Sumbar terus memburuk.

"Takut berpengaruh kepada TdS. Kita sebenarnya sudah resah, tapi mudah-mudahan ini cepat berlalu, dan ivent TdS November tetap lancar," harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung Indrianto mengatakan, jumlah peserta TdS 2019 hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan informasi dari tim teknis dan Union Cycliste Internationale (UCI).

Sebagai informasi, pelaksanaan TdS ini pernah dilaksanakan saat dilanda kabut asap tahun 2015 lalu. Waktu itu acara kebanggaan Sumbar itu tetap berlangsung, hanya saja agak terganggu. Terutama pembalab banyak mengalami gangguan pernafasan. (gtr)

Editor:arie rh
Sumber:gatra.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Lingkungan, Olahraga, Sumatera Barat
wwwwww