Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lawan Bali United, Thomas Doll Harapkan Pemain Persija Jakarta Bugar
Olahraga
18 jam yang lalu
Lawan Bali United, Thomas Doll Harapkan Pemain Persija Jakarta Bugar
2
Persis Solo Pantau Fisik Pemain Selama Ramadan
Olahraga
18 jam yang lalu
Persis Solo Pantau Fisik Pemain Selama Ramadan
3
Dengan Tema Mawar Hitam, Pameran Busana Migi Rihasalay Pukau Pengunjung Indonesia Fashion Week 2024
Umum
20 jam yang lalu
Dengan Tema Mawar Hitam, Pameran Busana Migi Rihasalay Pukau Pengunjung Indonesia Fashion Week 2024
4
Nova Arianto Panggil 36 Pemain untuk Seleksi Timnas U-16 Tahap Kedua
Olahraga
19 jam yang lalu
Nova Arianto Panggil 36 Pemain untuk Seleksi Timnas U-16 Tahap Kedua
5
Cinta Laura Tetap Produktif di Bulan Ramadan
Umum
21 jam yang lalu
Cinta Laura Tetap Produktif di Bulan Ramadan
6
Ilhamsyah Bersyukur Menit Bermain Bertambah
Olahraga
18 jam yang lalu
Ilhamsyah Bersyukur Menit Bermain Bertambah
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Koalisi Masyarakat Sipil Tagih Janji Politik Jokowi Atasi Karhutla

Koalisi Masyarakat Sipil Tagih Janji Politik Jokowi Atasi Karhutla
Senin, 16 September 2019 16:01 WIB
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden Joko Widodo untuk memenuhi janji politiknya untuk mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Koalisi Masyarakat Sipil terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Greenpeace Indonesia, Gerakan Ibukota, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), KontraS, HuMa, PSHK, RMI, Solidaritas Perempuan, dan YLBHI.

Dewan Eksekutif Nasional WALHI, Khalisah Khalid mengatakan, kejadian karhutla telah dinyatakan dalam kondisi darurat karena banyaknya korban yang mengalami dampak tersebut.

Ini sebenarnya situasi yang menunjukkan darurat. Dimana korban yang paling banyak merasakan dari kabut asap adalah kelompok rentan, bayi, balita dan anak-anak, kemudian juga perempuan, lansia dan akan mengalami risiko lebih besar," ucap Khalisah kepada wartawan di Kantor WALHI, Jalan Tegal Parang Utara, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Apalagi, karhutla bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi selama puluhan tahun lalu. Namun, pemerintah hingga saat ini tidak bisa mengatasinya.

"Dan yang membuat kami marah, ini bukan peristiwa pertama. Ini adalah peristiwa berulang dari tahun ke tahun bahkan kalau mau periksa lebih panjang itu dari setidaknya tahun 97. Dimana peristiwa kebakaran lahan terjadi di Indonesia sampai hari ini, kejadian bencana tersebut tidak bisa dicegah," tegasnya.

Padahal, lanjut Khalisah, Presiden Jokowi telah menyampaikan janji politiknya untuk mengatasi persoalan Karhutla. Namun, janji tersebut hanyalah janji semata yang tidak ditepati.

"Padahal pemerintahan Jokowi sudah menyampaikan komitmen politiknya untuk mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang memang terjadi puluhan tahun di Indonesia. Ada peristiwa yang menurut kita sudah berada di satu titik darurat. Kalau kita lihat di medsos, hastag Indonesia darurat asap sudah menjadi tranding topic dan itu menjadi pembahasan kita semua," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Riau
wwwwwwhttps://green.radenintan.ac.id/max/https://bkpsdm.tanahlautkab.go.id/galaxy/https://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/