Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
11 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Cucun: 'Gigitan' Timwas Covid-19 akan Lebih dari Timwas Century
Politik
23 jam yang lalu
Cucun: Gigitan Timwas Covid-19 akan Lebih dari Timwas Century
3
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
8 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
4
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
Olahraga
21 jam yang lalu
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
5
Penyaluran 'Safety Net' yang Tak Tepat Sasaran Bisa Berujung 'Rusuh'
DPR RI
22 jam yang lalu
Penyaluran Safety Net yang Tak Tepat Sasaran Bisa Berujung Rusuh
6
PBSI Bersyukur Ada Kepastian Waktu Penyelenggaraan
GoNews Group
21 jam yang lalu
PBSI Bersyukur Ada Kepastian Waktu Penyelenggaraan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berdoa Agar Hujan Turun di Bumi Riau, Forkompinda Siak Bersama Masyarakat Gelar Salat Istisqa

Berdoa Agar Hujan Turun di Bumi Riau, Forkompinda Siak Bersama Masyarakat Gelar Salat Istisqa
Pelaksanaan salat Istisqa di depan Istana Siak agar hujan turun membahasahi bumi Riau.
Selasa, 17 September 2019 10:00 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK SRI INDRAPURA - Kualitas udara di Siak, Riau semakin tidak sehat. Untuk yang ketiga kalinya Pemkab Siak bersama Forkompinda menggelar salat Istisqa atau meminta hujan. Dengan harapan usai melaksanakan salat, hujan turun dengan sangat lebat seperti salat yang pertama dan kedua.

Salat meminta hujan ini dipusatkan di depan Istana Siak Sri Indrapura, Selasa (17/9/2019) pagi. Selain orang dewasa, juga nampak anak-anak dari pesantren ikut melaksanakan salat Istisqa dengan harapan dapat menghirup udara segar kembali.

Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com, sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Siak juga sudah berkali-kali melakukan salat Iqtisqa dan rata-rata diberikan rahmat oleh sang pencipta dengan hujan yang lebat.

Meski di wilayahnya tidak lagi banyak terjadi kebakaran lahan dan hutan, namun Pemimpin Negeri Siak ini tetap bersedih. Sebab bencana kabut asap ini tak dapat dielakkan. Kiriman asap yang dibawa angin dari daerah tetangga tidak dapat dihindari.

"Semoga doa kita kembali diijabah Allah SWT. Hujan diturunkan dengan sangat lebat untuk beberapa hari kedepan. Tidak hanya di Siak namun juga di daerah yang masih terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Bupati Siak, Alfedri kepada GoRiau.com.

Kata Alfedri, hujan itu Allah yang menurunkan. Maka ia mengajak seluruh masyarakat Siak berserah diri kepada Allah dan memohon doa agar Allah dapat menurunkan hujan di Bumi Riau ini.

"Banyak orang sakit, dan anak terpaksa diliburkan sekolah, dampaknya juga akan berpengaruh pada ekonomi. Seperti menggangu penerbangan dan lainnya. Upaya sudah banyak kita lakukan termasuk di Mandi Angin dan Sri Mersing yang sangat banyak titik api," kata Alfedri yang juga mengakui hatinya sedih melihat kondisi udara saat ini.***


wwwwww