Loading...    
           

Memanas, Pendukung Bamsoet di Hotel Sultan Diserang dan Dianiaya Oknum yang Diduga Pendukung Airlangga

Memanas, Pendukung Bamsoet di Hotel Sultan Diserang dan Dianiaya Oknum yang Diduga Pendukung Airlangga
Lokasi acara dukungan terhadap Bambang Soesatyo dirusak oknum pendukung Airlangga. (Istimewa)
Kamis, 19 September 2019 21:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyesalkan terjadinya kembali tindakan brutal penganiayaan dan pengrusakan terhadap sejumlah sarana dan barang di hotel Sultan, Jakarta.

Acara dukungan dan Munaslub Ormas MKGR sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar kepada Bambang Soesatyo untuk menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar 2019-2024 yang semula berjalan lancar dan tertib tiba-tiba diserbu sejumlah preman dari DPP Partai Golkar.

Sejumlah peserta luka-luka terkena bacokan parang dan senjata tajam. Sedikitnya 14 orang dibawa ke rumah sakit terdekat.

Seperti diketahui, Setelah sebelumnya pada 29 Juli 2019 Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) memberikan dukungan, kali ini tambahan dukungan datang dari Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

"Walaupun acara hari ini diwarnai kerusuhan, tapi Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan MKGR. Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar. Turunnya suara Partai Golkar dan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2019 harus menjadi evaluasi bersama. Hal ini tidak boleh terjadi lagi pada Pemilu mendatang," tegas Bamsoet saat mendapatkan dukungan menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar 2019-2024, dalam Musyawarah Besar Luar Biasa MKGR, di Jakarta, Kamis, (19/09/19).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini memaparkan, usai Reformasi 1998 bergulir, di Pemilu 1999 Partai Golkar berhasil memperoleh 23,742 juta suara nasional (22,4 persen) dengan kursi DPR RI sebanyak 120 dari 462 (26 persen). Di Pemilu 2004, suara nasional mencapai 24,480 juta (21,6 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 128 dari 550 (23,2 persen).

"Di Pemilu 2009, perolehan suara nasional mencapai 15,037 juta (14,5 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 107 dari 560 (19 persen). Sedangkan di Pemilu 2014, perolehan suara nasional sebesar 18,432 juta (14,8 persen) dengan perolehan kursi DPR RI 91 dari 560 (16,3 persen). Pemilu 2019 adalah masa keprihatinan lantaran perolehan suara hanya 17,229 juta (12,31 persen) dengan perolehan kursi 85 dari 575 (14,8 persen)," papar Bamsoet.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menilai, penghormatan terhadap kader di akar rumput, yang selama ini hampir tak pernah diberikan, harus dihidupkan kembali. Karena kader di akar rumputlah, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat ranting, yang telah berjuang sekuat tenaga memenangkan Partai Golkar. Bahkan tak jarang di Pemilu 2019 lalu, penghasilan pribadi mereka gunakan demi menutup dana saksi yang tak kunjung jelas rimbanya.

"Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sinipun akhirnya mereka serbu juga,” ujar Bamsoet disambut tepuk tangan.

Walaupun demikian, Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin. “Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan,” ujar Bamsoet.

Terkait dengan pengelolaan partai, Bamsoet yakin dengan pembenahan tata kelola organisasi kepartaian serta mengkonsolidasikan kembali segenap kekuatan Partai Golkar, di Pilkada 2020 maupun Pemilu 2024 nanti Partai Golkar akan kembali berjaya. Konsolidasi kekuatan dimulai dari memfungsikan kembali Tri Karya Partai Golkar yang terdiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro), serta Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

"Golkar akan tambah kuat dengan memberdayakan organisasi masyarakat yang didirikan Partai Golkar seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Majelis Dakwah Indonesia (MDI). Serta membangun kembali kerjasama dengan organisasi masyarakat yang dahulu dekat dengan Partai Golkar yang kini seperti diabaikan, misalnya Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI). Dengan demikian, semakin menguatkan Partai Golkar menjemput kemenangan di Pilkada 2020 dan Pemilu 2024," tutur Bamsoet.

Dalam Musyawarah Besar Luar Biasa MKGR yang menetapkan Fahd El Fouz Arafiq sebagai Ketua Umum, Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini juga meminta para kader muda Partai Golkar dan MKGR tetap bersabar menahan diri menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di Partai Golkar. Terutama pasca ditutupnya akses masuk ke kantor DPP Partai Golkar oleh oknum partai yang menyebabkan aktifitas kepartaian menjadi mati.

"Karena gelora jiwa muda, saya bisa memahami perasaan adik-adik yang berniat menyerbu kantor DPP Partai Golkar guna membersihkan dari oknum preman berseragam AMPG maupun aktifitas perjudian. Namun saya ingatkan, menahan diri jauh lebih mulia ketimbang nanti terjadi bentrokan apalagi pertumpahan darah. Karena darah kalian terlalu mahal harganya, jagalah semangat itu untuk hal positf dalam menghadapi Munas Partai Golkar. Mari buktikan bahwa kita tak mengandalkan kekerasan dan intimidasi, melainkan mengedepankan cara-cara terhormat dan bermartabat," pungkas Bamsoet.***


       
        Loading...    
           
wwwwww