Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
6 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
2
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
23 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
20 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
6
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
7 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Disaat Anak-anak Riau Susah Bernafas, Jokowi Pamer Hirup Udara Segar Bareng Cucu

Disaat Anak-anak Riau Susah Bernafas, Jokowi Pamer Hirup Udara Segar Bareng Cucu
Minggu, 22 September 2019 15:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Jokowi kembali pamer kemesraan bareng sang cucu. Bahkan sang presiden mengunggahnya di media sosial.

Tingkah Presiden Jokowi pun mendapat kritikan dari berbagai kalangan, karena dianggap tidak peka dengan kondisi anak-anak korban asap di Riau dan Kalimantan.

Salahsatunya adalah politisi Demokrat, Jansen Sitindoan. "Agak kurang tepat vlog bermain & menikmati udara segar bersama cucu itu dikeluarkan ditengah banyak orang termasuk anak-anak kecil lagi susah bernafas didaerah kebakaran," tulis Jansen melalui akun twitternya, Jansen_p.

"Mari berdoa semoga hujan deras berhari-hari segera turun di Sumatera dan Kalimantan. Hanya tinggal itu harapan kita," tambahnya.

Dari pantauan GoNews.co, cuitan Jansen ini ramai dikomentari netizen. Tak sedikit yang membagikan ulang dan setuju dengan pendapat Jansen.

Selain Jansen, Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno juaga mengkritik Jokowi yang memamerkan aktivitas santai bersama cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra.

Adi menilai unggahan itu kurang sensitif terhadap masalah-masalah yang dialami rakyat saat ini, di antaranya soal kabut asap.

Menurut Adi, Jokowi seharusnya mengurangi mengunggah hal-hal yang tak berkaitan dengan persoalan bangsa. "Presiden itu harusnya mengurangi memposting aktivitas pribadinya yang tak terlampau berkaitan dengan masalah bangsa. Ini banyak masalah, hutan terutama," kata Adi seperti dilansir GoNews.co dari Tempo, Minggu, 22 September 2019.

Adi terutama menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Riau dan Kalimantan saat ini. Menurut dia, Jokowi seharusnya berempati dan menunjukkan keseriusannya menangani masalah itu. "Dalam kondisi sekarang, mestinya lebih banyak mengksplorasi upaya serius yang dilakukan pemerintah."

Adi mengingatkan bahwa rakyat di Sumatera dan Kalimantan yang terdampak asap sudah sangat menderita. Mereka memerlukan keseriusan dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

Selain mengkritik postingan Jokowi, Adi juga menyayangkan pernyataan sejumlah menteri yang malah menyebut asap merupakan ujian dari Tuhan dan tak separah yang diberitakan media. Menurut dia, Jokowi seharusnya tegas memerintahkan para menteri itu berkantor di Riau dan Kalimantan untuk turun langsung menyelesaikan persoalan asap.

Untuk diketahui, dalam unggahan di akun Twitternya kemarin, Sabtu, 21 September 2019, Jokowi terlihat berjalan-jalan dengan cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra di sekitar Istana Bogor. Presiden tampak mengitari Istana dengan mobil golf, berlari-lari kecil, hingga memberi makan rusa.

"Jalan-jalan pagi di sekitar Istana Bogor bersama Jan Ethes, melihat kuda, kambing, dan rusa merumput di pelataran. Ngomong-ngomong, Jan Ethes paling suka binatang apa?" demikian cuitan di akun Twitter @jokowi, Sabtu, 21 September 2019. ***


wwwwww