Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
6 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
7 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
7 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Ekonomi
8 jam yang lalu
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Karhutla Meluas, Sebagian Wilayah Sumut Diselimuti Kabut Asap

Karhutla Meluas, Sebagian Wilayah Sumut Diselimuti Kabut Asap
Ilustrasi Karhutla. (Antara)
Minggu, 22 September 2019 15:42 WIB
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Sumatera meluas hingga ke sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini hampir seluruh wilayah di Sumatera Utara diselimuti kabut asap akibat karhutla," kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, Minggu (22/9).

Dia mengatakan meski diselimuti kabut asap, kondisi masih terkendali. Namun, kata dia, di bandara menunjukkan ada penurunan visibility atau jarak pandang sekitar 4 hingga 5 km karena terselimuti kabut asap tipis yang teramati dari Stasiun Meteorologi Binaka.

"Kondisi saat ini masih terbilang cukup aman. Untuk jarak pandang di Bandara Kualanamu ada 1.600 meter, untuk Gunung Sitoli 5.000 meter, Sibolga 2.100 meter dan Aek Godang 500 meter," jelasnya.

Sementara itu, untuk hot spot atau titik panas dari pukul 07.00 WIB hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra dan Aqua) terdapat 3 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

"Yakni di Kabupaten Labuhanbatu, Kecamatan Panai Tengah ada 2 titik, dan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kecamatan Kwaluh Hilir ada 1 titik hot spot," katanya.

Di Kota Medan sendiri kabut asap masih terjadi. Bahkan dalam beberapa hari terakhir tampak cukup tebal mulai pagi hingga malam hari. Warga yang beraktivitas di luar, terpaksa mengenakan masker.

"Bau asapnya mulai terasa dari semalam. Kita khawatir kalau asap semakin tebal. Saya terpaksa pakai masker kalau ke luar rumah. Anak-anak juga nggak saya kasih keluar rumah dulu sementara ini, takutnya sakit gara-gara kabut asap," ujar Rizki salah seorang warga Medan.

Sementara, Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin juga mengimbau agar masyarakat Medan yang ingin keluar rumah menggunakan masker. Sebab kondisi udara sedang tidak menentu dan tidak baik.

"Kami berharap bagi masyarakat untuk yang keluar rumah sebisa mungkin harus menggunakan masker. Apalagi Medan juga terdampak asap dari kebakaran hutan di Pulau Sumatera. Kita lihat dari pagi udara di Medan sudah diselimuti kabut asap tebal," kata Eldin.

Eldin juga sudah menginstruksikan dinas kesehatan dan rumah sakit tetap siaga untuk menangani warga yang terdampak kabut asap. Masyarakat juga diingatkan agar secepatnya ke rumah sakit jika terdampak kabut asap.

"Kita juga telah menghimbau dinas kesehatan, rumah sakit untuk menangani warga yang terdampak kabut asap ini. Memang saat ini belum ada laporan serius. Kita berharap kalau tidak bisa lagi diatasi sendiri harus ke dokter dan akan ada penanganan juga," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Sumatera Utara, Riau

wwwwww