Kualitas Udara di Pekanbaru Level Berbahaya Malam Ini, Gubri Syamsuar: Keluar Rumah Pakai Masker Ya

Kualitas Udara di Pekanbaru Level Berbahaya Malam Ini, Gubri Syamsuar: Keluar Rumah Pakai Masker Ya
Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi saat berbincang dengan masuarakat yang mengungsi di RSJ Tampan Pekanbaru.
Minggu, 22 September 2019 20:17 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Berdasarkan informasi dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak pukul 00.00 WIB (369,82 mikrongram/meter kubik) hari ini sampai pukul 18.00 WIB (538,59 mikrongram/meter kubik), Minggu (22/9/2019) kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM10 pada level berbahaya.

"Memang malam ini kualitas udara di luar tidak sehat, saya mau ingatkan masyarakat Pekanbaru, kalau keluar pakai masker ya. Cucu saya saat ini pun terserang batuk dampak dari kabut asap. Jadi, mari kita sama-sama berdoa agar hujan turun di Bumi Lancang Kuning Ini," kata Syamsuar kepada GoRiau.com.

Mengetahui kualitas udara di Pekanbaru dari BMKG berbahaya tadi siang, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar langsung meninjau sejumlah posko kesehatan penanggulangan bencana kabut asap di Kota Madani, bersama Sekdako Pekanbaru M Nur.

"Saya melihat posko dan rumah singgah, serta rumah sakit pemerintah dan swasta, sangat bermanfaat bagi masyarakat, baik itu anak-anak, balita, bayi, ibu hamil, serta lansia. Bahkan warga yang sudah memiliki sakit asma. Saya juga berterimakasih atas dukungan sejumlah kelompok masyarakat yang mau ikut berpartisipasi secara sukarela, dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi kabut asap ini," ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga berharap, semua pihak bersama-sama membantu pemerintah daerah mengatasi kabut asap ini. Dirinya saat melihat warga yang mengungsi pun, mengingatkan agar dokter dan perawat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal.

"Tadi saya lihat ada bayi yang baru lahir 9 hari, dievakuasi di RSD Madani Pekanbaru. Begitu juga dengan posko dan rumah singgah yang saya kunjungi banyak anak-anak, ibu hamil dan balita. Mereka nyaman dengan pelayanan yang diberikan di posko kesehatan," jelas Syamsuar.

Meskipun kualitas udara di Pekanbaru berbahaya, mantan Bupati Siak dua periode ini tidak mau memakai masker, meskipun sudah disediakan. ***


GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews Pantau Hutan Riau, Kapolda Lihat Langsung Adanya Pembalakan Liar di Kawasan Hutan
GoNews Pagi Ini, Enam Kabupaten di Riau Menghasilkan Titik Panas
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Bersihkan Lahan dengan Cara Membakar, ASN Bengkalis Ditetapkan Tersangka
GoNews Minggu Pagi, Titik Panas di Bengkalis Melonjak Drastis
GoNews Bengkalis Tidak Pernah Absen Sumbang Titik Panas di Riau
GoNews Tiga Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Kapolda Riau akan Berikan Pin Emas untuk Aparat dan Relawan yang Mampu Tekan Karhutla
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter untuk Tanam Ubi, Pria Berusia 69 Tahun di Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar
GoNews Dua Titik Panas Masih Muncul di Rupat Utara
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Akibat Kebakaran Hutan 2019, Indonesia Alami Kerugian Lebih dari Rp72 Triliun
wwwwww