Home > Berita > Umum

Soal Asap, RIGHTS Asia Minta Pemerintah Bekerjasama dalam Mekanisme 'ASEAN Transboundary Haze Agreement'

Soal Asap, RIGHTS Asia Minta Pemerintah Bekerjasama dalam Mekanisme ASEAN Transboundary Haze Agreement
Ilustrasi Karhutla. (Istimewa)
Minggu, 22 September 2019 14:56 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Direktur Eksekutif RIGHTS Asia, Nukila Evanty meminta pemerintah Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara tetangga dalam upaya penanggulangan bencana asap yang telah memasuki level bencana lintas negara.

Pernyataan Nukila, menyusul tawaran dari Menteri Lingkungan Hidup Singapura, Masagos Zulkifli dan PM Malaysia, Mahathir Mohamad yang akan membantu Indonesia dalam pemadaman kebakaran hutan yang telah menimbulkan sebaran asap lintas batas (transboundary haze).

"Sekarang beda dengan Karhutla 2015, situasi asap ini sudah extraordinary, jangan sampai membuat banyak pihak menderita," kata Nukila dalam pernyataan resminya, Sabtu (22/09/2019).

Dalam sistem hukum internasional, jelas Nukila, kondisi yang mengakibatkan suatu negara mengalami kerugian akibat tindakan dari negara lain merupakan suatu bentuk pelanggaran kedaulatan suatu negara. Pada situasi demikian dalam pandangan hukum internasional menyatakan bahwa terdapat pemberian kewenangan bagi tiap negara untuk dapat menuntut suatu bentuk pertanggungjawaban dari pihak lain dalam hal terjadinya pelanggaran yang bersifat lintas negara tersebut itu.

"Pemerintah kita kurang pemahamannya bahwa dalam konteks penerapan prinsip tanggungjawab negara terhadap pencemaran lingkungan yang bersifat trans tersebut, seperti asap dari karhutla Indonesia ini, maka negara yang menyebabkan pencemaran (Indonesia) berkewajiban untuk melakukan reparasi yang ditujukan kepada negara tercemar (yaitu Singapura atau Malaysia) yang telah merasakan kerugian dampak asap tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akibat tindakan dari negara pencemar," kata Nukila.

Nukila melanjutkan, Indonesia, Malaysia dan Singapura adalah anggota ASEAN, yaitu organisasi regional kawasan Asia Tenggara, yang seharusnya bertanggung jawab akan kestabilan politik di kawasan, "sehingga perlu kerjasama ASEAN melakukan upaya dalam penanggulangan kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara agar tidak terjadi konflik antar sesama anggota ASEAN,".

"Bentuk kerjasama sebagaimana dimaksud dalam agreement bisa bantuan berupa alat pemadaman, personel, setelah itu kajian riset, advokasi dll," kata aktivis asal Riau itu.

Seperti diketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Indonesia membuat kualitas udara tercemar hingga titik membahayakan untuk aktivitas luar ruangan. Asap dari kebakaran hutan juga menjalar hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Negara terdampak, seperti Malaysia dan Singapura melakukan upaya untuk memerangi kebakaran hutan dan upaya-upaya penyelamatan warga dengan cara menutup ratusan sekolah agar aktivitas luar ruangan anak-anak berkurang.

Melansir Channel News Asia, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada Kamis (12/9/2019) lalu, menulis surat ke pemimpin Indonesia.

"Saya telah berdiskusi dengan perdana menteri dan beliau setuju untuk menulis surat ke Presiden Jokowi untuk memberi perhatian lebih ke isu asap kebakaran hutan yang melintasi perbatasan negeri," kata Yeo Bee Yin, Menteri Lingkungan Hidup Malaysia.***


GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar di Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Bantu Warga Korban Karhutla Riau, Ketua Fraksi PKS Sumbangkan Gaji Pribadinya
wwwwww