Home > Berita > Umum

Tak Cuma di Pekanbaru, Kualitas Udara di Batam Juga Tidak Sehat

Tak Cuma di Pekanbaru, Kualitas Udara di Batam Juga Tidak Sehat
Ilustrasi. (Foto: ANTARA)
Minggu, 22 September 2019 15:46 WIB
JAKARTA - Tidak hanya di Kota Pekanbaru, Riau yang kualitas udanranya tidak sehat dan berbahaya. Tapi Kota Batam, Kepulauan Riau juga mengalami hal serupa.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam yang memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyebutkan bahwa kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau masuk kategori tidak sehat pada Minggu (22/9).

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto mengatakan berdasarkan pantauan pada Minggu pagi, kadar ISPU di Batam berkisar antara 136 hingga 172. Kualitas udara yang paling buruk terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, dengan kadar 172. "Itu termasuk tidak sehat," kata Slamet.

Menurutnya, untuk membantu masyarakat setempat agar tidak langsung terpapar pencemaran udara, BTKLPP Kelas I Batam telah membagikan masker untuk para pengguna jalan raya.

"Kami membagi-bagikan tiga ribu masker di beberapa persimpangan jalan, antara lain di titik lampu lalu lintas Kaliban," ujar Slamet.

Sampai saat ini, Pemkot Batam belum mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah. Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP akan diliburkan jika kadar ISPU di atas 100.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan meminta pihak sekolah meniadakan kegiatan di luar kelas. Kegiatan di luar kelas boleh dilanjutkan bila kualitas udara sudah kembali normal.

Kualitas udara terbilang sehat jika ISPU antara 01 hingga 100. Kategori tidak sehat di antara 101-199, sangat tidak sehat ISPU 200-299, berbahaya ISPU 300-399, dan sangat berbahaya bila ISPU di atas 400.

Mengutip Antara, warga Kota Batam mengeluhkan kondisi udara yang mengandung asap itu.

"Mata mulai perih hari ini. Kemarin-kemarin langit sudah biru, udara juga agak segar. Tapi hari ini udara pekat lagi," kata Emi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com/GoNews.co
Kategori:Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Lingkungan, DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau

GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar di Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Bantu Warga Korban Karhutla Riau, Ketua Fraksi PKS Sumbangkan Gaji Pribadinya
wwwwww