Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
5 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
6 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
6 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Ekonomi
7 jam yang lalu
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kerusuhan Pecah di Wamena Papua, Massa Pelajar Bakar Rumah dan Kantor Pemerintah

Kerusuhan Pecah di Wamena Papua, Massa Pelajar Bakar Rumah dan Kantor Pemerintah
Senin, 23 September 2019 12:10 WIB
WAMENA – Kerusuhan pecah di Kota Wamena, Provinsi Papua, Senin (23/9/2019). Para pelajar SMA di Kota Wamena, Papua, yang menggelar aksi demonstrasi, bertindak anarkistis.

Massa pelajar dan warga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa warung masyarakat.

Dilansir GoNews.co dari iNews, kerusuhan itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial oleh seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

"Ada seorang oknum guru pada SMA PGRI Wamena, pada 21 September 2019 kemarin, mengeluarkan kata-kata rasis ke siswanya,” kata salah seorang pelajar di Wamena yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Perkataan guru itu membuat siswa marah. Kabar itu kemudian meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena. Sampai saat ini, Wamena masih dikuasai para pelajar yang bergabung.

Ratusan aparat kepolisian dan TNI yang melakukan pengamanan berusaha memukul mundur para siswa yang berdemonstrasi. Namun, para demonstran tetap bertahan dan kian bertindak anarkistis.

Suara tembakan pun masih terdengar di mana-mana. Masyarakat yang khawatir memilih mengungsi di kantor Polres Wamena dan Kodim.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Inews.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Papua

wwwwww