Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
18 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
19 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
17 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
19 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
15 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  GoNews Group

13 Tokoh Bertemu di Kediaman Moeldoko

13 Tokoh Bertemu di Kediaman Moeldoko
Rabu, 25 September 2019 19:47 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, dikabarkan bertemu 13 tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan di kediamannya pada Selasa (24/09/2019), guna menyikapi persoalan-persoalan Bangsa termasuk sejumlah unjukrasa di sejumlah kota di Indonesia.

"Pemerintah berupaya mendengar dan mencari masukan dari para tokoh yang hadir,” kata Moeldoko seperti dilansir Indonesiaberita pada Rabu (25/09/2019).

Moeldoko memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini presiden, memberi perhatian pada aspirasi masyarakat. Presiden, kata Moeldoko, "tidak pernah mengabaikan suara publik,”.

Profesor Machfud MD yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa akan lebih bijak jika pemerintah dan mahasiswa menempuh jalur hukum daripada aksi jalanan.

Alissa Wahid menambahkan, “Mereka yang berunjukrasa sebagian adalah pendukung Jokowi. Presiden harus lebih peka terhadap kritik yang disampaikan,”.

Menanggapi aksi unjukrasa mahasiswa, para tokoh sepakat agar pemerintah lebih persuasif dengan membuka ruang dialog. Unjukrasa di lapangan terjadi akibat mampetnya ruang bagi mahasiswa menyampaikan pendapat secara langsung. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kampus menjadi tempat ideal untuk berdialog langsung dengan melibatkan pemerintah.

Selain Prof. Mahfud M dan Alissa Wahid, 11 tokoh lainnya yang hadir dalam kesempatan itu adalah, Franz Magnis Suseno, Sarwono Kusumaatmadja, Helmy Faishal, Ahmad Suaedy, A. Budi Kuncoro, Syafi Ali, Prof. KH Malik Madany, Romo Benny Susetyo, Rikad Bagun, Alhilal Hamdi, Siti Ruhaini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww