Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
18 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
19 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
19 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah
Politik
21 jam yang lalu
Gus Jazil Apresiasi Kebijakan Kemenag dalam Penanggulangan Covid-19 di Madrasah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jalan Perkebunan di Desa Pulau Terap Dipertanyakan

Jalan Perkebunan di Desa Pulau Terap Dipertanyakan
Jalan perkebunan Desa Pulau Terap yang dikeluhkan warga
Kamis, 26 September 2019 17:47 WIB
Penulis: Syawal Jose
KUOK - Pembukaan jalan perkebunan di Dusun Simpang Pauh, arah Lubuok Nginio, Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok yang bersumber dari dana desa 2017 dikeluhkan warga.

Menurut salah seorang warga yang tidak ingin identitasnya diungkap, pembukaan jalan itu terkesan sia-sia.

Pasalnya, kata warga ini, sejak dibangun jalan itu, kini tidak bisa dilalui warga.

''Semaknya udah padat. Belum lagi banyak bagian jalan yan dijadikan babi sebagai tempat berkubang,'' ujar dia kepada wartawan, Rabu (25/9).

Menurut warga ini, pembangunan jalan tersebut dibiayai dari anggaran desa mereka pada 2017 yang lalu.

Sementara Kepala Desa Pulau Terap, Husni A.Md, membenarkan bahwa itu merupkan pembukaan jalan perkebunan.

''Itu kan pembuakan akses jalan pak. Betul pak itu sudah 2 tahun yg lalu pak. Udah selesai tu pak 3.5 km pak,'' jawab Kades beralsan.

Menurut Kades, jalan itu adalah rencana pembangunan jalan lingkar Pantian Mutan Sijonggi.

''Akan nyambung dengan jalan yang ada sekarang,'' kilahnya.

Diperkirakan Kades, pembukaan jalan yang memiliki panjang total kurang lebih 6 km itu akan tembus ke proyek Gunung Muncul yg dibuka masyarakat tahun 1976 silam.

Namun kini, jalan yang menelan biaya 170 juta dari keungan desa itu tidak bisa dilalui lagi. Selain sudah ditutupi semak belukar, banyak juga bagian jalan yang rusak hingga dijadikan babi hutan tempat berkubang.

Ketika kami mendatangi Kejaksaan Negeri Kampar, untuk berkonsultasi terkait persoalan ini, pihak Kejari belum bisa ditemui. ***


wwwwww