Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
11 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
21 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
19 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
19 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dhandy Laksono Tersangka Ujaran Kebencian soal Papua?

Dhandy Laksono Tersangka Ujaran Kebencian soal Papua?
Jum'at, 27 September 2019 14:26 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Irna Gustiawati, Istri dari mantan jurnalis Dhandy Dwi Laksono, mengungkapkan bahwa Dhandy pulang berstatus tersangka usai dibawa polisi pada Kamis (26/09/2019) malam.

"Jam 3.30 WIB dibebaskan namun status masih tersangka. Berstatus tersangka karena twitnya terkait Papua," ujar Irna dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (27/09/2019).

Lansiran berita tersebut menjelaskan, berdasarkan penuturan Irna, Dandhy disangka melanggar UU Nomor 8 tahun 2016 tentang ITE dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang hukum pidana.

Penelusuran GoNews.co di akun twitter @Dhandy_Laksono, twit soal Papua setidaknya terdapat pada cuitan tanggal 26 September 2019, pukul 09.41 WIB pagi.

"(2) Merespon Papua dengan mengirim pasukan dan menangkapi aktivis dengan pasal makar," cuitan akun itu.

Mundur sekira 3 jam, tepatnya pukul 06.38 WIB, akun itu mencuit, "Yeri Murib dan kawan-kawannya di Papua, Randi di Kendari, dan Bagus Putra Mahendra di Jakarta. Duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Apa yang mereka yakini dan perjuangkan, menjadi tugas kita semua untuk mewujudkannya. Sekecil dan selemah apapun yang kita bisa," kata @Dhandy_Laksono.

Seperti diketahui, Dandhy yang belakangan lebih dikenal sebagai pendiri rumah produksi Watchdoc itu, ditangkap empat orang polisi pada pukul 23.05 WIB di kediamannya di kawasan Jatiwaringin, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/09/2019) malam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww