Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
3 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
9 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
10 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wakil Ketua DPD Desak Pemerintah Pulihkan Ambon Pasca Diguncang Gempa

Wakil Ketua DPD Desak Pemerintah Pulihkan Ambon Pasca Diguncang Gempa
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono. (istimewa)
Jum'at, 27 September 2019 16:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi musibah yang telah melanda Ambon, Maluku.

Pasalnya, gempa berkekuatan magnitude 6,8 itu selain menelan 20 korban jiwa juga hampir melumpuhkan aktivas warga di daerah tersebut.

Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono berharap, sejumlah Kementerian bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya bergotong-royong membantu masyarakat di Ambon.

Begitu juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri agar segera bergerak mengatasi kondisi di lokasi terdampak gempa.

"Agar keadaan darurat ini segera pulih," ujar Nono kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, saat ini masyarakat terdampak gempa memerlukan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Karenanya, dia meminta Kementerian Sosial (Kemsos) dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) turun terlebih dahulu.

Diketahui, Ambon terkena gempa pertama kali sekitar pukul 06.46 WIB dengan magnitudo 6,8. Gempa it uterus berlanjut. Bahkan, Hingga Jumat pagi pukul 6.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Kairatu berkekuatan M 6,5 menunjukkan telah terjadi 239 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks), dengan 41 gempa di antaranya dirasakan warga. Gempa susulan terbesar berkekuatan M 5,6 dan terkecil M 3,0.

Dampaknya, selain memakan korban sebanyak 20 orang. Haruku dan Kairatu telah berdampak menimbulkan kerusakan rumah di beberapa tempat dan beberapa orang mengalami luka-luka.

"Saya juga menyampaikan turut berduka cita dan prihatin. Semoga rakyat maluku tabah menghadapi musibah ini, dan segera pulih seperti sedia kala," kata Nono yang juga sebagai Anggota DPD dari Maluku itu.

Nono juga berjanji akan menggalang dana, baik sesama anggota DPD ataupun sejumlah perusahaan untuk memberikan dana CSR-nya untuk membantu meringankan beban masyarakat di Ambon yang terkena gempa. Dia berharap, dana akan terkumpul dalam waktu dekat dan segera disalurkan kepada masyarakat di sana. "Tentu, kami akan membantu saudara-saudara kami di sana," katanya.***


wwwwww