Ubi Kayu Racun Miliki Nilai Jual dan Mampu Membuat Lahan Gambut di Riau Tetap Basah

Ubi Kayu Racun Miliki Nilai Jual dan Mampu Membuat Lahan Gambut di Riau Tetap Basah
Gibernur Riau Syamsuar saat panen ubi kayu racun di Kelompok Tani UBI Desa Salo, Kecamatan Salo, didamoingi Bupati Kampar Catur Sugeng.
Minggu, 29 September 2019 11:50 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
KAMPAR - Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) di Provinsi Riau seluas 4.962.671 hektar (data Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Riau). Ubi kayu racun merupakan tanaman yang ramah lingkungan dibandingkan kelapa sawit dan mudah dalam pererawatan, serta memiliki nilai jual yang besar.

Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi saat meninjau panen ubi kayu racun di Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Sabtu (28/9/2019) kemarin mengatakan, bahwa ubi kayu racun memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan kelapa sawit.

"1 hektar kebun ubi kayu racun dalam waktu 10 bulan mampu menghasilkan keuntungan bersih minimal Rp30 juta. Keuntungan lainnya, tidak membuat lahan gambut kering dibandingkan kelapa sawit yang menyerap air lebih besar. Merawat ubi kayu racun lebih ringan dibandingkan kelapa sawit yang harus rutin diberikan pupuk," kata Syamsuar.

Dikatakan Syamsuar, kebutuhan tepung tapioka dari tanaman ubi kayu racun di Riau sangat besar. Apalagi, kebutuhan tepung untuk dua perusahaan besar, seperti Indah Kiat dan RAPP sangat besar dan kebutuhan tepung dua perusahaan ini dari Thailand.

"Karena kita belum memenuhi standar kebutuhan dua perusahaan besar ini. Makanya tepung kita belum bisa diterima. Saat ini bagaimana hasil tepung kita dari pabrik tapioka yang ada di Riau memiliki standar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal dan international," ungkap Syamsuar.

Belum lama ini, Syamsuar pernah menjumpai pengusaha di Jakarta, pengusaha ini ingin membangun pabrik etanol di Riau. Untuk bisa menghasilkan bahan bakar minyak terbarukan, salah satu bahan bakunya tepung tapioka dari ubi kayu racun.

"Kita berharap, masyarakat tidak hanya berorientasi menanam kelapa sawit, tapi masih banyak tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan sawit, seperti ubi kayu racun, nenas, kopi liberika, pinang dan tanaman porang, yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Riau," jelas Syamsuar.

Syamsuar panen ubi kayu racun di Kelompok Tani UBI didampingi Bupati Kampar Catur Sugeng, Sekdakab Kampar, Kepala Dinas PUPR Dadang Eko Purwanto, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Herman Machmud, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holikutura Ferry HC, Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Firdaus, serta sejumlah instansi terkait. ***


GoNews Iuran BPJS Kesehatan Naik, Gubernur Syamsuar Layangkan Surat Keberatan
GoNews Bantuan Satu Alat Berat Per Kecamatan di Riau Diharapkan Bisa Atasi Karhutla Riau
GoNews Warga Desa di Kabupaten Bengkalis Sulap Lahan Terbakar Jadi Hutan, Gubri Syamsuar: Ini Patut Dicontoh
GoNews Hujan Tak Kunjung Turun di Bumi Lancang Kuning, Gubri Syamsuar Instruksikan Bupati dan Walikota Salat Istisqa Serentak
GoNews 4.000 Personel TNI Polri Dikerahkan Amankan Kunker Presiden RI di Riau, Danrem 031/Wirabima: Kita Siap
GoNews Surat Undangan Rapat Terbatas Presiden Jokowi di Riau Bahas Karhutla Beredar
GoNews Paspampres Rapat Tertutup Bersama Forkopimda Riau di Kantor Gubernur
GoNews Presiden RI Dikabarkan Datang ke Pekanbaru, Forkopimda Riau Rapat Tertutup
GoNews Asap Mengkhawatirkan, Gubri Syamsuar Pulang ke Riau Lebih Cepat dari Jadwal
GoNews Salat Istisqa yang Dilakukan Pemprov Riau Dapat Respon Positif Warganet: Amin Semoga Hujan Turun
GoNews Udara Tak Sehat, Gubernur Riau Instruksikan Bupati dan Walikota Laksanakan Salat Istisqa Besok Pagi
GoNews Kapolda Metro Jaya Minta PMRJ Berkontribusi dan Membantu Gubernur Riau
GoNews Halal Bihalal dengan PMRJ, Syamsuar Singgung Proyek Kereta Api Riau-Sumut
GoNews Sempat Diragukan, Syamsuar Yakin Program Riau Hijau Bisa Terealisasi
GoNews Diminta Jadi Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta, Ini Jawaban Kapolda Metro Jaya
GoNews Muhammadiyah Optimis Kemenag Kaji Ulang Peraturan soal Majelis Talim
GoNews News Anchor tvOne Viral Gara-gara Nyinyir Lelaki Berjenggot dan Cingkrang, Sebut Biji Gak Bisa Dijaga
GoNews DPR Desak Mendagri Tindaklanjuti Temuan PPATK Soal Pencucian Uang di Kasino
wwwwww