Ayahnya Sudah Meninggal, Mahasiswa Tertabrak Barracuda jadi Anak Angkat Kapolda Sulsel

Ayahnya Sudah Meninggal, Mahasiswa Tertabrak Barracuda jadi Anak Angkat Kapolda Sulsel
Senin, 30 September 2019 02:25 WIB
JAKARTA - Kondisi Dicky Wahyudi, mahasiswa semester III Universitas Bosowa (Unibos) Makassar korban tertabrak Barracuda saat demonstrasi berujung kericuhan, Jumat (27/9), mulai membaik.

Kapolda Sulsel Irjen Polisi Mas Guntur Laupe hari ini kembali menjenguk korban didampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Direktur RS Ibnu Sina Dr Sultan Buraena yang menerima kedatangan dua petinggi di Sulsel ini mengatakan, kondisi Dicky Wahyudi semakin bertambah baik.

"Kemarin sempat sesak tapi sekarang tambah baik," ujar Sultan kepada wartawan, Minggu (29/9).

Di kesempatan menjenguk dua kali ini, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe menyampaikan ke keluarga korban jika dia mengangkat Dicky Wahyudi sebagai anak angkat.

"Orang tua Dicky (bapaknya) sudah meninggal dan dia tulang punggung. Sekarang dia semester III, saya angkat anak angkat sampai dia meninggal dunia dan saya meninggal dunia," kata Mas Guntur Laupe kepada wartawan usai menjenguk kedua kalinya itu.

Mila Tamrin (38), tante dari Dicky Wahyudi mengatakan, keponakannya itu tinggal bersama ibunya, Nurbaiti di Jalan Kubis Makassar. Bapaknya bernama Tamsil telah meninggal dunia dan Dicky Wahyudi adalah anak tunggal.

Irjen Mas Guntur Laupe menuturkan polisi yang mengendarai Barracuda saat ini ditangani Propam.

"Jadi saya luruskan yah soal sopir barracuda ini. Bukan saya katakan tidak bersalah tapi tidak sengaja dan tentu memang tidak sengaja. Tapi yang bersangkutan tetap akan kena sanksi berdasarkan pasal 360 KUHP. Telah diperiksa Propam dan akan segera disidang," tandasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani menambahkan, saat ini jumlah anggota polisi yang diperiksa sebanyak sembilan orang. Masing-masing empat orang di kasus lalu lintas soal Barracuda itu, tiga orang tersangkut kasus penganiayaan wartawan dan dua orang yang masuk masjid kenakan sepatu mengejar pengunjuk rasa. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, Sulawesi Selatan

       
        Loading...    
           
wwwwww