Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
12 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
12 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
9 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
13 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
12 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Manfaatkan Lahan Kosong, Lapas Bukittinggi Siap Panen Sawi

Manfaatkan Lahan Kosong, Lapas Bukittinggi Siap Panen Sawi
Kebun sawi Lapas Bukittinggi.
Selasa, 01 Oktober 2019 18:46 WIB

BUKITTINGGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi siap panen sayuran sawi hijau. Luas area tanam sawi ini sekitar 20 x 12 meter persegi dengan jumlah pekerja sebanyak 5 orang narapidana.


Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Zulkifli menyampaikan, ini merupakan panen sawi yang pertama dan akan dimamfaatkan untuk konsumsi warga binaan.

Selain sawi, Lapas Bukittinggi juga menanam sayuran jenis lainnya, seperti labu dan ubi jalar. "Diperkirakan hasil panen sawi ini mencapai 50 kg," ujarnya.

Kepala Lapas Bukittinggi Marten menambahkan, program ini sejalan dengan program revitalisasi Pemasyarakatan, dimana Lapas didorong untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk pertanian.

Pertanian merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan para narapidana untuk mengisi hari selama tinggal di dalam Lapas.

Kegiatan ini juga sebagai bekal keterampilan bila mereka telah menyelesaikan masa tahanan nantinya.

"Kami berharap dengan tambahan keterampilan, para narapidana tidak kembali mengulangi kejahatannya selepas menyelesaikan masa tahanan," ungkapnya. (rls)

Editor:arie rh
Kategori:GoNews Group, Sumatera Barat

wwwwww