Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
24 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
21 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
20 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Polres Dharmasraya Rekonstruksi Kasus Istri Kampak Suami hingga Tewas

Polres Dharmasraya Rekonstruksi Kasus Istri Kampak Suami hingga Tewas
Rekonstruksi kasus istri kampak suami hingga tewas.
Jum'at, 04 Oktober 2019 11:13 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Polres Dharmasraya melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhaan Thenzokho Nduru yang dilakukan oleh istrinya sendiri, Sari Isa Laia (42 tahun). Dalam rekonstruksi yang digelar Kamis (03/10/2019) tersebut, juga hadir pihak Kejaksaan Negeri Pulau Punjung.

Rekontruksi dilakukan di TKP Kamp Afdeling A perusahaan sawit PT SAK di Jorong Bumi Raya, Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya. Kasus pembunuhan itu sendiri terjadi pada 23 Juni 2019.

Selain tersangka Sari Isa Laia, pihak Polres juga menghadirkan anak-anaknya dan keluarga korban sebagai saksi. Sari sendiri masih merupakan tersangka tunggal dalam kasus tersebut.

“Ada 11 adegan dalam rekonstruksi kasus ini. Diawali dengan kedatangan korban hingga terbunuhnya Nduru suami pelaku," kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir, melalui Kabag Ops Rifa'i didampingi Kasat Reskrim, AKP Suyanto, Kamis (03/10/2019).

Rifai menyebutkan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan, termasuk untuk melihat bagaimana pelaku menghabisi nyawa korban dengan kampak.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kita lihat tadi di rekonstruksi, jelas bahwa pelaku ini yang menyebabkan hilangnya nyawa korban,” katanya.

Kepada awak media Kabag OPS mengatakan, bahwa dari 11 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut, semua sesuai dengan keterangan pelaku dalam BAP atau penjelasan pelaku saat diperiksa.

"Tidak ada adegan baru dalam rekonstruksi ini, dari 11 adegan semua sesuai pengakuan korban," ungkapnya.

Sementara salah seorang keluarga korban yang ikut menyaksikan rekontruksi meminta, agar pelaku dihukum setimpal sesuai tindakan yang dilakukannya.

"Kita berharap, agar pelaku dihukum seberat-beratnya, karena telah menghilangkan nyawa kakak saya," kata Tmazisokhi Nduru (39 tahun).(ep)


wwwwww