Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
13 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
7 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
12 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
13 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
12 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
13 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ubur-ubur Bluebottle Serang Nelayan di Pariaman, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Ubur-ubur Bluebottle Serang Nelayan di Pariaman, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada
Ilustrasi: Ubur-ubur Bluebottle (foto: Dok. SAR Satlinmas wilayah III Parangtritis/detikcom)
Jum'at, 04 Oktober 2019 11:34 WIB
PARIAMAN - Dua nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena diserang ubur-ubur jenis bluebottle. Mengantisipasi kejadian serupa, para nelayan dan wisatawan diminta berhati-hati ketika berada di laut.

"Salah satu korban adalah anak buah kapal (ABK) saya, kejadian sekitar 10 hari lalu. Seorang lagi Ali Imran (43), warga setempat, yang terjadi beberapa hari lalu," kata nakhoda kapal nelayan, Perizal (37), di Pariaman, yang dilansir detikom mengutip Antara, Jumat (4/10/2019).

Ia mengatakan, ABK tersebut tersengat ubur-ubur jenis bluebottle di wilayah Pulau Kasiak ketika mengangkat jaring di tengah laut. Namun dia juga melihat ubur-ubur itu mengapung di sepanjang perairan Pariaman.

Setelah ABK-nya tersengat ubur-ubur, kulit langsung memerah dan melepuh serta detak jantungnya melemah.

Melihat kondisi itu, Perizal langsung menuju daratan untuk membawa ABK tersebut ke rumah sakit serta mendapatkan sejumlah suntikan dan perawatan.

"Selama saya melaut di perairan Pariaman baru kali ini saya melihat ubur-ubur ini," katanya.

Setelah kejadian itu, banyak nelayan yang takut dan mereka yang pergi lebih berhati-hati dalam melaut, karena takut mengalami kejadian serupa. Perizal menambahkan, sengatan ubur-ubur itu termasuk berbahaya bahkan bisa membuat nyawa melayang.

"Untung waktu itu ABK saya bisa mendapatkan perawatan cepat, jika terlambat sedikit nyawanya bisa tak ditolong," kata dia. (dtc)

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww