Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS

Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
Ekspos kasus Karhutla PT SSS di Kantor Ditkrimsus Polda Riau. (foto rizky ganda sitinjak)
Selasa, 08 Oktober 2019 09:57 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Polda Riau melakukan penahanan pejabat fungsional pada PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan pada bulan Agustus 2019 lalu.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi kepada GoRiau.com. Ia mengatakan penahanan dilakukan pada hari Senin (7/10/2019) malam.

"Ya sudah ada satu orang pejabat fungsional yang kita tahan dengan inisial AOH," kata Andri kepada GoRiau.com, Selasa (8/10/2019) pagi.

Penetapan tersangka terhadap PT SSS yang berada di daerah Kabupaten Pelalawan itu dilakukan pada bulan Agustus 2019 lalu dimana penyelidikan terhadap PT SSS telah dilakukan sejak bulan Februari 2019.

Untuk diketahui, saat ini Polda Riau tengah menangani 61 kasus Karhutla dimana dua diantaranya merupakan perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan yaitu PT.SSS dan PT.TI, sementara satu lagi perusahaan sawit milik Malaysia PT. AP ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Pati Baintelkam Mabes Polri, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, menjelaskan, dalam hal penetapan tersangka perorangan berbeda dengan penetapan tersangka kepada korporasi atau perusahaan.

"Dalam penetapan tersangka korporasi kita menyertakan ahli didalamnya. Ingat menentukan korporasi sebagai tersangka berbeda dengan menetapkan perorangan sebagai tersangka, ada tahapan-tahapan dalam proses penyidikannya," terang Widodo.

Ia juga sempat memastikan pihaknya akan melakukan tindakan tegas apabila perusahaan bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran dan tidak ada yang dapat mengintervensi Polri dalam kegiatan penegakan hukum khususnya Polda Riau.

"Saya tegaskan, Polri tidak bisa ditekan oleh siapapun. Polda Riau dalam hal ini tidak bisa didikte oleh siapapun, kita bekerja profesional. Masyarakat juga bisa menuntut pihak manapun bisa menuntut," tandas Kapolda Riau.

Untuk diketahui, ada seluas 150 hektare lahan di konsesi PT.SSS yang terbakar karena kelalaian perusahaan tersebut. Hingga saat ini Polda Riau terud melakukan pemeriksaan pada direksi PT.SSS.***

Kategori:GoNews Group, Riau

GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Mahathir: Anda Bisa Salahkan Indonesia tapi Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap akan Terjadi
GoNews Sejak Awal Tahun 2019 Polda Riau Tetapkan 64 Orang Tersangka Karhutla, Baru Satu yang P21
GoNews Wuih, Ternyata Ada Perusahaan HTI yang Diduga Bakar 1.300 Hektare Lahan di Rokan Hilir
wwwwww