Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
11 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
BKSAP DPR RI Serahkan Piagam Penolakan Aneksasi Israel atas Palestina
DPR RI
22 jam yang lalu
BKSAP DPR RI Serahkan Piagam Penolakan Aneksasi Israel atas Palestina
3
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
DPR RI
21 jam yang lalu
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
9 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
10 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
DPR RI
22 jam yang lalu
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PKB Dukung Gerindra Masuk Kabinet Jokowi, Nasdem Gak Rela

PKB Dukung Gerindra Masuk Kabinet Jokowi, Nasdem Gak Rela
Ketua Fraksi PKB MPR RI Jazilul Fawaid saat menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar di Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (14/8/2018). ANTARA FOTO
Selasa, 08 Oktober 2019 15:27 WIB
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak mempermasalahkan bila kader Partai Gerindra masuk dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan akan mendukung apapun keputusan Jokowi dalam penyusunan kabinet 2019-2024. "Selama Pak Jokowi pentingkan untuk perbaikan pemerintahan ke depan, PKB sebagai pendukung 100 persen mendukung," ujar Jazilul di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (8/10/2019). 

Jazilul pun tak mempermasalahkan bila jatah kursi menteri untuk PKB berkurang akibat bergabungnya Gerindra. Di kabinet periode 2014-2019 PKB mendapat tiga jatah kursi yakni Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri Tenaga Kerja; serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"PKB akan tetap jadi partai yang setia kepada Pak Jokowi. Hasil keputusan Pak Jokowi pasti dengan pertimbangan matang," kata Jazilul.

Namun, pandangan berbeda disampaikan Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate. Ia meminta Jokowi lebih mempertimbangkan partai-partai pendukungnya saat Pilpres 2019 ketimbang memasukkan anggota baru.

"Kenapa Gerindra saja yang ditawari, ini ada 10 partai politik, ada 9 parpol yang ada di parlemen, kenapa hanya Gerindra? Tapi sekali lagi pertanyaan-pertanyaan itu yang menjawabnya adalah presiden sesuai pertimbangan presiden sendiri," jelas Plate.

Meski Nasdem menyerahkan keputusan penyusunan kabinet kepada Jokowi, tapi Plate mengingatkan adab dalam berpolitik. Plate tidak secara terang menjawab apakah Nasdem setuju atau tidak Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi.

"Persetujuan bukan dari Nasdem, dari Presiden. Kami mendukung keputusan presiden, tapi kami mengingatkan keadaban politik. Tetapi kalau presiden memilih untuk satu pertimbangan politik, itu keputusan presiden kami dukung," imbuhnya.

Plate juga meminta isu soal Gerindra masuk kabinet Jokowi periode kedua tak didramatisir. Persoalan kabinet, kata dia, merupakan hak prerogatif presiden.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:TIRTO.ID
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww