Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar di Riau

Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar di Riau
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Fadhil Imran.
Jum'at, 11 Oktober 2019 23:04 WIB
PEKANBARU - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri bersama Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelidiki perusahaan perkebunan sawit milik Samsung dan Wilmar di Riau, atas dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Fadhil Imran dalam keterangan pers di Pekanbaru mengatakan, bahwa perusahaan yang tengah diselidiki itu adalah PT Gandaerah Hendana. Perusahaan itu dimiliki oleh Samsung dan Wilmar Group.

"PT Gandaerah Hendana (milik) Samsung dan Wilmar," katanya saat mendampingi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (11/10). Dikutip dari Antara.

PT Gandaerah Hendana menjadi salah satu dari enam perusahaan yang tengah disidik oleh satuan tugas penegakan hukum terpadu Mabes Polri dan KLHK. Empat perusahaan lainnya yakni PT RML, PT WSSI, PT BKM, PT TKWL, dan PT BSM.

Selama 3 hari terakhir, dia mengatakan bahwa penyidik Satgas Gakkum gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di enam perusahaan yang menyebar di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Siak tersebut.

Olah TKP digelar dengan melibatkan tim ahli kebakaran dan kerusakan lingkungan serta Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Sejumlah barang bukti berupa sampel tanah yang terbakar dan flora serta fauna juga arang kayu bekas terbakar tidak luput dari pemeriksaan penyidik.

"Nanti hasil laboratorium keluar, setelah itu akan dilakukan gelar (perkara) tambahan," ujarnya.

Ia menyebutkan enam perusahaan sawit dan hutan tanaman industri yang konsesinya terbakar itu mencapai 300 hektare. Setiap perusahaan terbakar secara variatif, mulai dari 40 hektare hingga lebih dari 100 hektare.

"Ini masih penyelidikan dan pengambilan sampel. Kami sangat hati-hati karena ini termasuk scientific crime investigation. Hal-hal ini tidak mudah. Namun, perkembangannya kami akan transparan dalam menyampaikan," ujarnya.

PT Gandaerah Hendana, misalnya, dia mengatakan bahwa lahan di perusahaan itu memang terbakar. Namun, dia mengklaim lahan yang terbakar telah diokupasi oleh masyarakat.

Sementara itu, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani memandang perlu penegakan hukum untuk menimbulkan efek jera.

Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pembakaran lahan dan hutan merupakan kejahatan yang paling serius di bidang lingkungan hidup karena berdampak langsung dengan kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Selain itu, dampak dari kebakaran juga berpotensi mengganggu hubungan diplomatik dengan negara tetangga dengan keberadaan kabut asap.

"Tidak ada kejahatan lingkungan lain yang lebih serius dari karhutla karena dampaknya langsung ke masyarakat," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Rasio, pelaku akan dijerat dengan undang-undang berlapis, di antaranya UU Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perkebunan.

Ia mengatakan bahwa penegakan hukum bersama Polri merupakan sebuah langkah besar dan bersejarah.

Selain dengan Polri, dia mengatakan bahwa penyelidikan yang berlangsung di Riau juga melibatkan kejaksaan.

"Semua upaya ini pada akhirnya untuk menimbulkan efek jera kepada perusahaan yang bermasalah," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Riau

GoNews Pantau Hutan Riau, Kapolda Lihat Langsung Adanya Pembalakan Liar di Kawasan Hutan
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
wwwwww