Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
4 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
11 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
11 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sebut Wiranto Pantas Digantung, PNS di Kampar Diperiksa Polisi

Sebut Wiranto Pantas Digantung, PNS di Kampar Diperiksa Polisi
Wiranto nyaris tersungkur setelah ditusuk Abu Rara, Kamis (10/10).
Sabtu, 12 Oktober 2019 20:15 WIB
PEKANBARU - MJ, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipanggil polisi lantaran menyinggung insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

MJ mengomentari sebuah status pengguna facebook yang menyebutkan Wiranto lebih pantas digantung.

Kepala Polres Kampar AKBP Asep Dermawan mengatakan, pemeriksaan terhadap MJ sedang dilakukan intensif. Asep menjelaskan, peran MJ selaku PNS tak sepatutnya menyinggung dengan ujaran tidak baik terhadap Wiranto.

''Ada status yang menuliskan Pak Wiranto itu tidak layak ditusuk, lalu status itu viral termasuk komentar dari MJ," kata Asep, Sabtu (12/10).

Kemudian MJ mengomentari status itu dengan menuliskan lebih pantas digantung dari pada ditikam. Netizen lainnya ikut berkomentar dengan bahasa yang berbeda.

"Ditikam mang Ndak pantas do Dinda, tapi yg cocok di gantung" (ditikam memang tidak pantas, tapi cocoknya digantung),” tulis MJ di kolom komentar.

Lalu Polres Kampar melacak dan menemukan komentar yang tidak seharusnya dilakukan MJ tersebut. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan menelusuri latar belakang MJ. Polisi berhasil melacaknya, MJ merupakan kepala seksi di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar.

"Ternyata MJ merupakan PNS. Kemudian saya langsung perintahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan," ucapnya. 

MJ diperiksa pada Jumat (11/10) kemarin, tak lama usai mengomentari salah satu unggahan status pengguna facebook. Padahal dalam unggahannya, warganet itu menuliskan simpatinya atas insiden yang menimpa Wiranto. 

Namun MJ justru berkomentar sebaliknya. Hal itu yang membuatnya berurusan dengan hukum. Saat ini status MJ masih sebagai saksi karena polisi masih membutuhkan keterangan saksi ahli bahasa.

“Itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur pidana dalam ungkapan MJ atau tidak. keterangan ahli untuk menentukan apakah mengarah ke seseorang atau pencemaran nama baik. Kalau sudah dapat hasilnya kita akan gelar perkara," tandasnya.  (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Hukum, Riau, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww