Warga Desa di Kabupaten Bengkalis Sulap Lahan Terbakar Jadi Hutan, Gubri Syamsuar: Ini Patut Dicontoh

Warga Desa di Kabupaten Bengkalis Sulap Lahan Terbakar Jadi Hutan, Gubri Syamsuar: Ini Patut Dicontoh
Gubernur Riau Syamsuar melihat bekas lahan terbakar yang disulap menkadi hutan kembali di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Sabtu, 12 Oktober 2019 12:23 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
BENGKALIS - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar kagum melihat lahan yang terbakar disulap menjadi hutan kembali saat mengunjungi Desa Temiang dan Desa Tanjung Leban, serta Desa Sepahat di Kecamatan Bandar Laksamana, Jumat (11/10/2019).

Syamsuar mengunjungi Desa Tanjung Leban dan melihat kebun milik Muhammad Nur yang juga tokoh restorasi gambut desa. Nur melakukan restorasi di lahannya seluas 2,5 hektar dengan 29 jenis tanaman, seperti jelutung, geronggang, bontangur, meranti bakau, gaharu, pisang, kelat putih, pulai, meranti bunga, pelawan, leban, kelat merah, dan lain-lainnya.

Lahan sawit milik Nur pernah terbakar pada 2008, lalu. Kemudian, Nur menanam tanaman hutan tersebut di lahan yang dulunya terbakar dan disulapnya menjadi hutan, sejak tahun 2011. Hutan yang berhasil dibuat Nur menjadi tempat riset JICA Jepang dalam tiga tahun terakhir ini. Nur merupakan binaan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) oleh DR Haris Gunawan.

Saat ke Desa Sepahat, Syamsuar melihat lahan bekas eks Program Pemberantasan Kebodohan, Kemiskinan dan Infrastruktur (K2I) yang terbakar dan sudah menjadi hutan kembali. Lahan yang dijadikan hutan kembali seluas 15 hektar, yang ditanami lima jenis tanaman, yakni kopi laberika, kayu ramen, geronggang dan pulai.

Sudah ada 1.650 bibit kayu hutan yang di tanam di Desa Sepahat ini, yang bekerjasama dengan WWF (World Wide Fund for Nature). Pola kerjasamanya dengan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan setiap anggota MPA yang meninggalkan pekerjaan aslinya dengan upah per bibit yang ditanam dibayar upah tanam Rp3.000 per batang.

Sementara itu, biaya perorangan untuk lahan, yaitu Rp3 juta per hektar. WWF juga membangun nursery untuk tempat pembibitan yang didiamkan sebelum ditanam. WWF dan MPA di Desa Sepahat juga memantau secara rutin perkembangan bibit-bibit tersebut, hingga tumbuh besar.

"Kita berharap, lahan seluas 15 hektar ini akan menjadi hutan kembali. Ini merupakan contoh baik yang harus menjadi contoh bagi desa lainnya di Provinsi Riau dan di Indonesia," kata Syamsuar, yang juga melihat kelompok pembibitan bibit kayu di Desa Temiang.

Dalam acara kunjungan itu dihadiri, Asisten I Setdakab Bengkalis Heri Indra Putra, Kaban Litbang Bengkalis Emri Juli Harnis, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Jamaludin, Kasat Pol PP Jenri Ginting, Plt Camat Bandar Laksamana Acil Esyno, Camat Siak Kecil Fadlul Wajdi, Camat Bukitbatu Mulyadi, Kades Temiang Masdar, Kades Sepahat Azlan, Kades Tanjung Leban Atim, dan Deputi BRG RI DR Haris Gunawan, serta peneliti JICA Jepang. ***


wwwwww