Home > Berita > Riau

HUT ke-17 Palika Berlangsung Mewah, Semua Kekayaan Tradisional Disuguhkan

HUT ke-17 Palika Berlangsung Mewah, Semua Kekayaan Tradisional Disuguhkan
Lomba gasing yang ditampilkan di HUT ke-17 Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau. (foto yan faisal)
Minggu, 13 Oktober 2019 11:36 WIB
Penulis: Yan Faisal
BAGANSIAPIAPI - Ulang tahun ke-17 Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rokan Hilir, Riau berlangsung mewah. Hampir semua kekayaan tradisional yang dimiliki masyarakat setempat disuguhkan dalam festival yang diselengaarakan panitia.

''HUT kali ini, kita mengangkat semua kekayaan tradisional untuk disajikan dalam festival yang sudah berlangsung beberapa hari ini dan akan mencapai puncaknya Senin, 14 Oktober 2019,'' ujar Ketua Panitia HUT ke-17 Palika kepada GoRiau.com, Minggu (13/10/2019).

Festival tersebut diisi dengan bezikie, bekoba (cerita), bazar, pelatihan, zikir akbar, nasyid, qasidah, barzanzi, pencak silat, kupas kerang, kuda lumping, tor-tor, jalan santai, dangdut, dan yang seru dari semua festival adalah permainan gasing, khususnya gasing khas Panipahan.

''Jadi tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kita mengangkat semua kekayaan budaya di tengah masyarakat supaya warga jangan lupa dengan tradisinya,'' ujar tokoh pendidikan ini.

Sementara itu, Camat Palika, Idris yang ditemui di tempat terpisah menyebutkan, peringatan HUT Kecamatan merupakan agenda tahunan. Namun tahun ini diangkat semua potensi budaya tradisional sebagai upaya mengangkat khazanah resam tradisiobal Rokan Hilir. ''Permainan lama misalnya gasing itu peminatnya luar biasa, berbagai jenis gasing muncul, ini khas daerah ini,'' ungkap Idris.

Kecamatan Pasir Limau Kapas merupakan daerah pesisir Rokan Hilir di bibir Pulau Sumatera yang berbatasan dengan Selat Malaka dan dijuluki Kota Terapung yang unik dengan bangunan menjulang tinggi. Jalan-jalan di sini berupa pelataran (jembatan) dan merupakan kota penghasil ikan terbesar di Rohil. Kecamatan ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kubu pada tahun 2003 lalu.

''Panipahan ini mininya Indonesia, semua suku hidup berdampingan. memiliki daerah pecinaan (di Kota Panipahan), di apit 4 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara,'' ucap Ahmadian (51) saat ngopi dengan awak GoRiau yang diundang ke kota diatas permukaan pantai yang jika air laut naik bagaikan di atas kapal. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww