Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
Peristiwa
24 jam yang lalu
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
2
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Riau
23 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
3
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
Ekonomi
23 jam yang lalu
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
4
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
10 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
5
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
Sepakbola
23 jam yang lalu
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
6
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
8 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Home  /  Berita  /  GoNews Group
ANOC World Beach Games I/2019

Gagal Raih Perunggu, Zigi: Perlu Lebih Sempurnakan Gerakan

Gagal Raih Perunggu, Zigi: Perlu Lebih Sempurnakan Gerakan
Ahmad Zigi Zaresta Yuda (foto-Tim Indonesia)
Senin, 14 Oktober 2019 11:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

DOHA - Karateka andalan Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yuda gagal mencatat sejarah pada cabang karate nomor kata perseorangan putra World Beach Games I/2019. Dalam perebutan medali perunggu yang digelar di Katara Beach Doha, Qatar, Minggu (13/10/2019), Zigi harus memngakui keunggulan lawannya karateka Amerika Serikat, Gakuji Tojaki.

Kegagalan meraih perunggu itu tidak terlepas dari ketidaksempurnaan Zigi dalam membawakan jurus Anandai sehingga hanya meraih 24,54 poin sementara Gakuji Tojaki yang membawakan jurus Ohandai meraih 25.01 poin.

"Saya memang sempat goyah saat membawakan jurus Anandai karena pasir yang saya injak tidak padat setelah dibersihkan petugas lapangan. Dan, saya juga mengakui gerakan masih kurang sempurna," jelas Zigi yang ditemui usai pertandingan.

"Anandai ini merupakan jurus dari aliran Ryue Ryue sementara saya dari aliran Shotokan. Ini menjadi pelajran yang berharga. Ke depan, saya harus banyak lagi dalam belajar untuk lebih menyempurnakan gerakannya," tambahnya.

Ya, Zigi memang perlu lebih menyempurnakan semua jurus-jurus. Sebab, dia punya target meraih medali emas pada SEA Games Filipina 2019 dan meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya harus mempersiapkan diri lebih baik. Di SEA Games Filipina 2019, ssya punya target masuk final dan mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Indonesia. Target lain, saya akan berusaha bisa menembus Olimpiade Tokyo," jelasnya.

"Saya menilai lawannya tidak terlalu istimewa dalam membawakan jurus Ohandai. Kalau saja Zigi tidak goyang dalam membawakan jurus Anandai pasti medali perunggu itu menjadi miliknya," timpal pelatih Tim Kareta Indonesia, Abdullah Kadir.

Meski gagal meraih perunggu, Abdullah Kadir mengaku bangga dengan penampilan anak asuhannya yang sudah mampu mengimbangi lawan-lawannya yang memiliki peringkat dunia.

"Ini prestasi luar biasa. Sebab, Zigi yang berada di grup neraka mampu lolos ke babak final perebutan medali. Dan, saya bersyukur ZIgi sudah mampu berada di peringkat empat besar World Beach Games 2019," tambah Abdullah Kadir. 

Medali emas nomor kata perseongan putra ini direbut karateka Spanyol, Damian Quintero yang meraih 26,40 poin sedangkan medali perak direbut Wang Yi (Taipei) dengan 24.90 poin. Satu medali perunggu lagi direbut Antonio Diaz (Venuzuela-25,62 poin) yang mengalahkan Salman Almosawi (Kuwait-24,54 poin).

Di nomor kata perseorangan putri, Sandra Sanchez dari Spanyol merebut medali emas yang unggul atas Fatemeh Sadegih (Iran).


wwwwww