Sosialisasi Rindekraf Nasional se-Sumatera dan Kalimantan Dipusatkan di Riau

Sosialisasi Rindekraf Nasional se-Sumatera dan Kalimantan Dipusatkan di Riau
Gubernur Riau Syamsuar saat memberikan pengarahannya kepada penggiat ekonomi kreatif di Riau didampingi Kepala BRCN Khusnul Kausarian.
Senin, 14 Oktober 2019 11:58 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mensosialisasikan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Reindekraf) Nasional Tahun 2018-2025 se Sumatera dan Kalimantan di Pekanbaru, Riau, Selasa (15/10/2019) besok.

Kepala Badan Riau Creative Network (BRCN), Khusnul Kausarian mengatakan kepada GoRiau.com, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinkronisasi antarpemangku kepentingan, agar pelaksanaan Rindekraf yang berkesinambungan dapat segera terbentuk.

"Sasaran sosialisasi Rindekraf ini kepada seluruh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan dinas yang berhubungan dengan ekonomi kreatif se Sumatera dan Kalimantan. Juga dihadiri 33 pelaku usaha kreatid dari 16 subsektor ekonomi kreatif," kata Khusnul, Senin (14/10/2019).

Riau menjadi pusat sosialisasi Reindekraf, sambung Khusnul, meruoakan momentum yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi, besok penggiat ekonomi kreatif diberikan kesempatan menampilkan 16 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Riau.

"Sosialisasi yang dilakukan Bekraf ini menjadi momen yang sangat baik untuk pengembangan ekonomi kreatif di Riau, sehingga bisa lebih maju dan lebih berkembang," ujar Khusnul.

BRCN, sambungnya, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Riau dalam percepatan pengembangan ekonomi kreatif di Riau, terus berusaha agar visi misi Pemerintah Provinsi Riau ini bisa terwujud dalam mempercepat perkembangan ekonomi kreatif.

"Mengingat tempat terbatas, kita hanya mampu membawa 33 peserta ekonomi kreatif terlebih dahulu. Kedepannya akan lebih banyak lagi. Nanti pada acara Festival Bekraf, baru dikhususkan untuk penggiat ekonomi kreatif," ungkap Khusnul.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengharapkan, industri ekonomi kreatif di Riau bisa berkembang hingga ke pelosok negeri Bumi Lancang Kuning. Dengan adanya sosialisasi ini, menjadi jalan untuk mencapai integrasi program-program yang telah diatur dalam Rindekraf.

"Sosialisasi ini perlu dilakukan agar semua pemangku kepentingan mempunyai pemahaman yang sama dalam implementasi arah kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, terkhusus Provinsi Riau. Semua stakeholder bersama mewujudkan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Syamsuar.

Rindekraf disusun untuk menjadi langkah strategis pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dijadikan pedoman secara terintegrasi dan kolaboratif. Pada akhir tahun 2018, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025. Perpres ini ditetapkan sebagai landasan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Misi Rindekraf juga dibagi menjadi dua, yaitu pemberdayaan kreativitas sumber daya manusia dan pengembangan usaha ekonomi kreatif yang berdaya saing. Pelaksanaan misi ini juga diterapkan dalam 12 arah kebijakan. ***


wwwwww