Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
17 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
17 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
17 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
17 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
16 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tarik Gerindra ke Pemerintahan, PKS: Jokowi kan Sudah Menang, Kok Semua Parpol Ditarikin, Aneh...

Tarik Gerindra ke Pemerintahan, PKS: Jokowi kan Sudah Menang, Kok Semua Parpol Ditarikin, Aneh...
Senin, 14 Oktober 2019 16:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politsi PKS yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengaku aneh dengan sikap Jokowi.

Pasalnya kata HNW, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudaah menang besar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun Ia justeru mau repot-repot menarik Partai Gerindra untuk masuk ke koalisi pemerintah.

Padahal, pada Pilpres tahun 2014 lalu selisih kemenangan Jokowi dengan Prabowo hanya bersekitaran 6,3 persen. "Ini kan agak aneh yang tahun 2014 pak Jokowi hanya menang sekitar 5 persen kan enggak pakai menarik-narik udah saja jalan terus. Sekarang menang sekitar 10 persen mengapa harus menarik-narik yang
Ini kan agak aneh," ujarnya saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Secara hukum demokrasi kata Hidayat, bagi yang kalah adalah konsekuensi berada di luar pemerintah sedangkan yang menang silahkan memimpin dan membentuk pemerintahan.

"Padahal yang menang pun belum tentu mendapatkan kursi seperti yang mereka harapkan. Dan jangan sampai jatah partai pengusung pak Jokowi berkurang karena masuknya partai-partai yang tidak mengusung pak Jokowi," jelasnya.

Seperti diketahui, Jokowi menyebut kemungkinan Partai Gerindra akan masuk ke dalam koalisi partai pendukung pemerintah. Hal itu disampaikan Jokowi usai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat lalu. "Kami tadi sudah bicara banyak mengenai kemungkinan partai gerinda masuk ke koalisi," jelasnya.***


wwwwww