Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
17 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
17 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
17 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
18 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
17 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Warga Solok Mulai Rasakan Mata Perih Akibat Kabut Asap

Warga Solok Mulai Rasakan Mata Perih Akibat Kabut Asap
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 15 Oktober 2019 15:50 WIB
JAKARTA - Masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mulai merasakan mata perih saat berada di luar ruangan akibat makin tebalnya kabut asap yang menyelimuti daerah itu.

"Hari ini kabut asap yang menyelimuti Solok Selatan bertambah pekat dibandingkan hari sebelumnya, dan mata terasa perih saat di luar ruangan, terutama saat mengendarai sepeda motor," kata tokoh masyarakat Solok Selatan, S Wakiu Datuak Rajo Lingkar Bulan (55) di Padang Aro, Selasa (15/10).

Dia mengatakan, kondisi kabut asap mulai tebal menyelimuti Solok Selatan sejak Senin (14/10), dan hari ini bertambah parah. Selain itu, katanya, kabut asap yang semakin pekat juga sudah mulai menyesakkan napas.

Kepekatan kabut asap, katanya, merata di semua daerah di Solok Selatan, tetapi yang paling parah di Padang Aro yang menjadi pusat pemerintahan. Warga lainnya Edi (42 tahun) mengatakan hal yang sama yaitu mata terasa perih akibat kabut asap terutama saat berkendara. Selain itu, jarak pandang sudah terbatas akibat semakin tebalnya kabut asap.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Inroni Muharamsyah mengatakan saat ini kondisi kabut asap memang lebih tebal dibanding hari sebelumnya. Asap tersebut merupakan kiriman dari daerah lain sebab di kabupaten itu tidak ada kebakaran hutan dan lahan.

Untuk wilayah Solok Selatan, katanya, paling dekat dengan Provinsi Jambi dan Riau. Pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan, Murtamin mengatakan dalam satu minggu ini pihaknya belum melakukan pengukuran kualitas udara.

"Alat kami belum terakreditasi jadi kami berpatokan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang," katanya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit KototabangWan Dayantolis mengatakan, peningkatan konsentrasi partikulat diperkirakan masih berada di level sedang atau di bawah nilai ambang batas konsentrasi polutan yang dibolehkan berada di udara ambien yaitu di bawah 150 µgram/m3. Daerah-daerah dengan konsentrasi partikulat (pm10) diprediksi paling tinggi yaitu Kabupaten Dharmasraya 63 µgram/m3, Kota Sawahlunto 67 µgram/m3, Solok 70 µgram/m3, Kabupaten Solok 70 µgram/m3, Sijunjung 67 µgram/m3, Kabupaten Solok Selatan 64 µgram/m3.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww