Antrean Panjang di SPBU, DPRD Sumbar Desak Pemerintah Antisipasi Kelangkaan Premium

Antrean Panjang di SPBU, DPRD Sumbar Desak Pemerintah Antisipasi Kelangkaan Premium
Antrean kendaraan mengisi BBM jenis Premium di SPBU Jalan Khatib Sulaiman, Padang. (foto: TribunPadang.com/Rima Kurniati)
Rabu, 16 Oktober 2019 09:51 WIB
PADANG - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di beberapa SPBU di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan sejak beberapa hari belakangan.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar mengaku risau melihat fenomea itu dan mendesak pemerintah pusat untuk segera mengantisipasinya. Menurutnya, antrean panjang kendaraan tersebut bisa menimbulkan banyak masalah.

"Kelangkaan BBM menyentuh perekonomian sehingga masyarakat merasakan ketidaknyamanan. Kami DPRD pun merasakan itu. Kami merasakan rintihan masyarakat," kata Irsyad Syafar seperti dilansir TribunPadang.com, Selasa (15/10/2019).

Irsyad Syafar mengaku setiap hari menyaksikan antrean panjang di setiap SPBU. Ia hanya bisa mengimbau pemerintah pusat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

"Kondisi ini menimbulkan permasalahan di tingkat bawah. Karena itu, kami mendesak pemerintah pusat untuk mengambil langkah-langkah," terang Irsyad Syafar.

Menurut Irsyad Syafar, premium merupakan kebutuhan masyarakat kurang mampu, bukan masyarakat menengah ke atas.

"Masyarakat kalangan bawah memiliki kemampuan terbatas dan mereka mengalami masalah itu. Ini tentu sangat memprihatinkan," kata Irsyad Syafar.

Irsyad Syafar menyebut DPRD Sumbar tidak punya kewenangan, maka dari itu ia ingin pemerintah mengambil langkah-langkah apa saja sehingga premium kembali normal dan masyarakat bawah bisa mengaksesnya secara baik.

Dia juga mengimbau bagi masyarakat yang memiliki ekonomi lebih baik, diharapkan mengalah sehingga tidak ikut mengantre bersama masyarakat yang membeli BBM Subsidi.

"Pemilik kendaraan utamanya yang memiliki mobil mewah, ambillah pilihan kedua dengan bahan bakar minyak di atas premium. Ini untuk mengurangi jumlah antrean," sarannya.

"Kami hanya bisa mengimbau. Sebab tidak ada juga larangan untuk mereka mengakses BBM subsidi," tambah Irsyad Syafar.

Irsyad Syafar mengajak masyarakat kalangan menengah ke atas, berbagi rasa dengan masyarakat. "Malulah untuk antre. Ini masalah rasa dan harus jadi pertimbangan," tutur Irsyad Syafar. (tpc)

Editor:arie rh
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww