Berikan Edukasi Berbasis Teknologi Digital, Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye Internet 1O1

Berikan Edukasi Berbasis Teknologi Digital, Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye Internet 1O1
Indosat Ooredoo dan Facebook luncurkan Kampanye Internet 1O1.
Rabu, 16 Oktober 2019 11:05 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Indosat Ooredoo, bekerja sama dengan Facebook, meluncurkan "Internet 1O1", sebuah kampanye nasional yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi mobile internet di Indonesia. Serta membantu pengguna internet pemula di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman yang optimal melalui berbagai pelatihan di cabang ritel Indosat Ooredoo dan toko-toko eksklusif, terutama di daerah pedesaan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama mengatakan, bahwa kampanye ini adalah bagian dari program CSR Indosat Ooredoo pilar Edukasi, yang memiliki misi untuk mendukung pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kampanye Internet 1O1 ini sendiri akan menjangkau jutaan konsumen Indosat Ooredoo dalam setahun ke depan hingga 15 Oktober 2020 di seluruh Indonesia. Tim kami akan membantu konsumen untuk memberikan materi edukasi tentang internet. Konten tersebut dibuat dengan menggunakan kurikulum GSMA MISTT.

"Kami bangga bekerja sama dengan Facebook di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran diantara pengguna internet pemula tentang peluang yang ditawarkan oleh internet. Kampanye nasional ini kan membantu memperkuat upaya inklusi digital dan mendorong orang-orang untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab dan aman," kata Ahmad Al Neama melaluinpers rilisnya, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, VP Global Mobile Partnership Facebook, Francisco Varela mengungkapkan, bahwa data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan, penetrasi mobile internet diprediksi akan tumbuh hingga 69 persen pada tahun 2025, artinya ada 24 juta orang di Indonesia yang akan masuk ke ranah online. Namun, masih ada kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaaan.

Sekitar 45 persen masyarakat tinggal di area pedesaan, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain di Asia Pasifik, dan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dapat membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi tinggi.

"Riset GSMA juga menunjukkan bahwa 97 persen populasi di Indonesia yang tidak memiliki ponsel tinggal di area pedesaan. Mencegah kesenjangan digital dan pemanfaatan internet membutuhkan kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan," kata Francisco Varela.

Ia juga mengatakan, bahwa Facebook selalu menantikan untuk dapat bekerja sama dengan mitra lokal guna mencapai inklusi internet, dan pada saat yang sama, menjaga komunitas yang aman dan memiliki informasi yang memadai agar dapat terhubung serta berbagi di ranah online.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan Indosat dalam kampanye ini untuk memanfaatkan keahlian kami, sehingga kami dapat membawa lebih banyak masyarakat Indonesia ke ranah online, serta memberdayakan mereka dengan pengetahuan yang mumpuni agar tetap aman saat menggunakan teknologi dan platform digital," tutupnya. ***


wwwwww