Home > Berita > Umum

Rektor UIR Tolak Unjuk Rasa Anarkis Jelang Pelantikan Presiden

Rektor UIR Tolak Unjuk Rasa Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Rabu, 16 Oktober 2019 23:33 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Beredar kabar akan ada aksi demonstran besar-besaran menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 20 Oktober 2018 mendatang, beberapa tokoh masyarakat di Pekanbaru pun mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan mengajak agar menciptakan suasana yang damai.

Seperti yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Riau (UIR), Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL. Ia mengajak agar sebagai masyarakat Riau yang identik dengan kelembutan dan menjunjung tinggi perdamaian, tidak melakukan hal-hal yang bersifat memecah belah dan provokatif.

"Saya selaku Rektor dan civitas akademika menyatakan menolak aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis dan berbagai macam aksi radikalisme, terorisme dan intoleransi yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan RI," imbaunya Rabu (16/10/2019).

Syafrinaldi juga mengajak masyarakat dan elemen masyarakat bersama-sama mendukung terciptanya kedamaian dan kondusifitas keamanan saat pelantikan presiden 20 Oktober 2019 mendatang.

"Kami dari UIR secara pro aktif mendukung dan turut menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 secara aman dan kondusif," lanjutnya.

Sementara hal senada juga disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas. Dirinya mengutuk keras terjadinya aksi unjuk rasa anarkis.

"Kami menolak unjuk rasa yang anarkis dan mengutuk terjadinya aksi terorisme serta radikalisme karena dalam ajaran agama apapun hal itu tidak dibenarkan," jelasnya.

Terkait pelantikan Jokowi-Ma'aruf Amin yang tinggal beberapa hari lagi, dirinya turut mengajak seluruh umat beragama untuk menjaga kondusifitas dan keamanan negara karena itu menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. ***

Kategori:Umum, Riau

       
        Loading...    
           
wwwwww