Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
2
Berantas Mafia Sindikasi Penempatan PMI, Benny Rhamdani Minta Dukungan MPR dan Komisi IX DPR
Politik
21 jam yang lalu
Berantas Mafia Sindikasi Penempatan PMI, Benny Rhamdani Minta Dukungan MPR dan Komisi IX DPR
3
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
21 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
4
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
MPR RI
21 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
5
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
MPR RI
20 jam yang lalu
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
6
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
22 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kabut Asap Makin Tebal, Masyarakat di Tanah Datar Mulai Merasakan Mata Perih

Kabut Asap Makin Tebal, Masyarakat di Tanah Datar Mulai Merasakan Mata Perih
Warga beraktivitas di tengah kabut asap yang menyelimuti kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (15/10/2019) lalu. (foto: Antara/Iggoy el Fitra)
Kamis, 17 Oktober 2019 09:40 WIB
BATUSANGKAR - Kabut asap kiriman dari daerah tetangga kembali menyelimuti Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa hari belakangan. Masyarakat di Kabupaten Tanah Datar pun mulai merasakan mata perih akibat kabut asap.

"Kita mulai merasakan mata perih terutama anak-anak akibat kabut asap yang kembali menyelimuti Tanah Datar dalam empat hari belakangan ini," kata Alpendi (46), warga Tanjung Baru Tanah Datar di Batusangkar, Rabu (16/10/2019) seperti dilansir dari Republika.co.id.

Ia menambahkan, kabut asap di daerah itu sudah sempat hilang pada beberapa waktu lalu. Namun kembali menyelimuti kabupaten itu sejak beberapa hari terakhir.

Menurutnya, asap itu semakin hari semakin tebal, dan bisa membahayakan masyarakat, seperti ibu hamil. Bahkan anak sekolah saat ini sudah merasakan sesak napas.

Ilham (26), warga lainnya, juga merasakan hal yang sama. Ia mulai merasakan mata perih akibat kabut asap, terutama saat berkendara.

"Kemaren-kemaren biasa saja, tapi saya perhatikan dalam dalam beberapa hari belakangan asap semakin tebal, dan itu berdampak pada penglihatan bahkan kualitas udara," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) setempat, Desi Trikorina, mengakui bahwa terjadi peningkatan asap kiriman di Tanah Datar. Kendati demikian ia belum mau menyatakan kualitas udara di Tanah Datar baik atau buruk sebelum dilakukan pengukuran kualitas udara.

"Kita menunggu keputusan dari provinsi terkait lebih lanjutnya. Tetapi untuk saat ini di Tanah Datar kita belum melakukan pengukuran kualitas udara. Namun kita tetap menghimbau untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan," jelas dia. (rol)

Editor:arie rh
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww