Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
20 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
21 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
21 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
22 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
23 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kondisi Udara Tidak Sehat, Semua Siswa di Solok Diliburkan 3 Hari

Kondisi Udara Tidak Sehat, Semua Siswa di Solok Diliburkan 3 Hari
Wali Kota Solok Zul Elfian (tengah). (foto: merdeka.com)
Kamis, 17 Oktober 2019 10:16 WIB
PADANG - Akibat kondisi udara yang masuk level Tidak Sehat, Pemerintah Kota (Pemko) Solok, Sumatera Barat (Sumbar), meliburkan siswanya. Siswa mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA sederajat diliburkan mulai Kamis (17/10/2019) hingga Sabtu (19/10/2019).

"Karena kondisi udara di Kota Solok masuk level Tidak Sehat, maka Pemko Solok memutuskan untuk meliburkan siswa mulai PAUD hingga SMA sederajat terhitung 17-19 Oktober," kata Wali Kota Solok, Zul Elfian dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Kompas.com, Kamis (17/10/2019).

Zul Elfian menyebutkan, surat edaran Wali Kota Solok itu tertanggal 16 Oktober dan ditujukan kepada seluruh kepala sekolah di lingkungan Pemko Solok.

Dalam surat itu, orangtua siswa juga diimbau membimbing anaknya belajar di rumah dan menghindari aktivitas di luar. Selain itu, libur siswa bisa diperpanjang jika kondisi udara terus memburuk.

"Libur 17-19 Oktober dan masuk kembali pada Senin 21 Oktober. Jika kondisi udara makin memburuk maka libur siswa bisa diperpanjang," katanya.
Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Sumatera Barat terpantau tidak sehat akibat adanya asap kiriman dari daerah tetangga. Asap itu diduga berasal dari Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, yang saat ini memiliki hotspot kebakaran lahan dan hutan.

"Pagi ini partikel debu PM 10 sudah berada di atas baku mutu yaitu 150 ug/m3. Ini sudah masuk level tidak sehat," kata Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang, Agam, Sumbar, Wan Dayantolis yang dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Wan menyebutkan, sebaran asap sendiri terpantau meluas dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel. Hal ini sejalan dengan masih adanya hotspot yang terpantau pada daerah tersebut.

Wan menyebutkan, sebaran asap kiriman masuk ke wilayah Sumbar itu terpantau dari analisis citra satelit Himawari. "Hampir semua daerah di Sumbar mengalami penurunan kualitas udara akibat asap kiriman itu, seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Bukittinggi, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya dan lainnya," katanya. (kpc)

Editor:arie rh
Sumber:kompas.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pendidikan, Sumatera Barat

wwwwww