Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
10 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
BKSAP DPR RI Serahkan Piagam Penolakan Aneksasi Israel atas Palestina
DPR RI
21 jam yang lalu
BKSAP DPR RI Serahkan Piagam Penolakan Aneksasi Israel atas Palestina
3
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
DPR RI
20 jam yang lalu
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disetujui
4
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
DPR RI
20 jam yang lalu
Hari Bhayangkara ke-74, Sahroni Dorong Kerja Polri atasi Kejahatan Siber
5
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
8 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
6
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
8 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Alhamdulillah... Setelah Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Sumbar Kembali Membaik

Alhamdulillah... Setelah Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Sumbar Kembali Membaik
Kualitas udara membaik setelah hujan turun merata hampir di seluruh wilayah Sumbar dalam 24 jam terakhir. (foto: kompas.com/perdana putra)
Jum'at, 18 Oktober 2019 10:56 WIB
PADANG - Hujan yang hampir merata di seluruh Sumatera Barat (Sumbar), membuat kualitas udara yang sempat masuk level Tidak Sehat, sekarang sudah berada di Level Baik.

Kendati demikian, terjadinya hujan di wilayah Sumbar, belum menghilangkan sumber asapnya seperti di Jambi dan Sumatera Selatan.

"Berdasarkan citra GSMaP terpantau telah terjadi hujan hampir di seluruh Sumbar dalam 24 jam terakhir," kata Kepala Stasiun Pemantau Global Atmosfer (GAW) Bukit Koto Tabang, Agam, Sumatera Barat, Wan Dayantolis, yang dilansir Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Wan menuturkan, terpantau parameter partikel debu PM 10 berada di level baik berkisar 5-20 ug/m3 sehingga kualitas udara tidak membahayakan kesehatan.
Adapun estimasi AOD model menunjukkan hampir di seluruh Sumbar nilainya kecil dari 0.5, kecuali sebagian kecil di wilayah selatan berkisar 0.5 -1.

"Artinya keberadaan partikulat padat seperti debu dan hasil pembakaran telah jauh berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya," kata Wan.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari oleh BMKG hari ini pukul 08.00 WIB menunjukkan tidak ada sebaran asap yang masuk ke wilayah Sumbar.

Kendati demikian, menurut Wan, hotspot masih terpantau masif di wilayah Jambi. Keberadaan hotspot tersebut masih berpotensi menyebarkan asap ke wilayah Sumbar, khususnya bagian selatan, di mana angin masih berhembus dari arah timur-tenggara Sumbar.

"Potensi asap kiriman masuk Sumbar masih besar karena hotspot masih ada di daerah tetangga," ungkap Wan. (kpc)

Editor:arie rh
Sumber:kompas.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Lingkungan, Sumatera Barat

wwwwww