Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
20 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
20 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
19 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
20 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
16 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  Umum

Hiu Tutul yang Terdampar di Pesisir Selatan Akhirnya Dikubur Menggunakan Alat Berat

Hiu Tutul yang Terdampar di Pesisir Selatan Akhirnya Dikubur Menggunakan Alat Berat
Ikan hiu tutul yang terdampar di Batangkapas Pesisir Selatan dikuburkan menggunakan alat berat, Sabtu sore (19/10/2019). (foto: Covesia.com/Indrayen)
Sabtu, 19 Oktober 2019 22:38 WIB
PAINAN - Ikan hiu tutul yang terdampar di Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya dikuburkan menggunakan satu unit alat berat, Sabtu (19/10/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Dikutip dari Covesia.com, hiu tutul besar dengan ukuran 6,3 meter dan berat 1,5 ton itu dikuburkan tidak jauh dari lokasi ikan itu terdampar. Karena ukurannya cukup besar, evakuasi penguburan hiu tutul harus menggunakan alat berat.

"Ikan itu dikuburkan sekitar 13 meter di atas bibir pantai di lokasi kejadian. Kedalaman lubang kuburan sekitar 3 meter," kata Kepala Dinas Perikanan Pessel melalu Kabid Tangkap, Firdauz, pada Covesia.com di lokasi kejadian.

Menurutnya, alternatif evakuasi dengan menguburkan ikan hiu tersebut dilakukan karena ikan hiu itu sudah mati.

Meski sebelumnya, para nelayan setempat beberapa kali berupaya mendorong dan menariknya ke tengah laut. Namun, karena kondisi ikan hiu itu sudah tidak berdaya, ia kembali terbawa arus ke tepi pantai.

"Memang harus dikuburkan. Sebab, kita tahu laut tidak akan pernah mau menerima bangkai. Seandainya, kita buang ke laut nantinya juga akan terdampar lagi ke tepi pantai," ujarnya.

Sementara kata Kabid, untuk penyebab pasti kenapa hiu itu bisa terjaring pukat nelayan kita belum bisa memastikan. Karena yang kita tahu, hiu tutul ini biasa hidup di laut dalam.

"Informasi pastinya nanti, kita tunggu saja orang Balai, nanti kita akan tahu apa penyebab pastinya," tutupnya. (cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:Uncategories

wwwwww