Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
11 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
6 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
10 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
12 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
11 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
12 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dalam 10 Bulan, Terjadi 480 Kasus Perceraian di Pasaman Barat

Dalam 10 Bulan, Terjadi 480 Kasus Perceraian di Pasaman Barat
ilustrasi (imcnews.id)
Minggu, 20 Oktober 2019 18:33 WIB
PASBAR - Selama Januari hingga awal Oktober 2019, tercatat sebanyak 480 kasus perceraian terjadi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar).

"Angka perceraian di Pasaman Barat itu cukup tinggi," kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Talu, Pasaman Barat, Fahmi seperti dilansir Liputan6.com, Minggu (20/10/2019) mengutip Antara.

Ia mengatakan, kasus perceraian sebanyak itu terdiri dari cerai talak sebanyak 170 kasus dan gugatan cerai sebanyak 310 kasus.

Selain kasus cerai, kasus lain yang ditangani sebanyak 141 kasus, antara lain kasus harta warisan, pembatalan hibah, wali adal, dan isbat nikah.

Ia mengimbau kepada suami istri agar tidak mudah terjadi pertengkaran yang berujung pada perceraian.

"Hiduplah dengan harmonis. Jika ada pertengkaran selesaikan secara baik-baik," ujarnya.

Pihaknya dalam menangani kasus perceraian tetap mengedepankan upaya mediasi bagaimana agar perceraian tidak terjadi.

Namun, jika tidak ada titik temu dalam upaya mediasi, maka mau tidak mau akan berujung kepada perceraian.

Ia mengajak kepada pasangan suami istri agar menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin sebelum persoalan itu sampai ke pengadilan.

"Mudah-mudahan setiap pasangan suami istri dapat menjadi keluarga yang harmonis dan menghindari perceraian," katanya. (lpc)

Editor:arie rh
Sumber:Liputan6.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat

wwwwww