Putera Riau Kelahiran Sumbar, Irjen Gatot Eddy Dijagokan Ganti Tito Jadi Calon Kapolri

Putera Riau Kelahiran Sumbar, Irjen Gatot Eddy Dijagokan Ganti Tito Jadi Calon Kapolri
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Merdeka.com)
Selasa, 22 Oktober 2019 15:08 WIB
JAKARTA - Nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian ramai dibicarakan masuk kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024 mendatang. Spekulasi itu muncul setelah mantan Kapolda Metro Jaya itu mendatangi Istana Negara, Senin (21/10) kemarin.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal yang mendampingi Jenderal Tito ke Istana Negara, tak menampik bahwa Presiden Jokowi mempersiapkan tugas baru untuk atasannya tersebut. Namun, dia belum mengetahui jabatan yang dipersiapkan untuk mantan Kepala BNPT tersebut.

"Mungkin ada semacam jabatan baru," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal di Mabes Polri, Senin (21/10) malam.

Isu mengenai Tito Karnavian bakal menjadi menteri kabinet Jokowi, sudah berhembus lama di internal korps Bhayangkara. Sumber merdeka.com di internal Mabes Polri menyebutkan, sudah ada sosok yang dipilih Jokowi menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian.

Dia adalah Irjen Gatot Eddy Pramono yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya. Untuk bisa menjadi Kapolri, sudah disusun rencana mendongkrak karier mantan Ketua Satgas Nusantara saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 lalu hingga bintang empat berada di pundaknya.

"Telegram Rahasia (TR) keluar Minggu depan. Nanti dinaikan jadi bintang 3 dulu. Pak Jokowi yang minta Pak Gatot jadi Kapolri," ungkap sumber merdeka.com beberapa waktu lalu.

Pergeseran jabatan di tubuh Polri dipastikan terjadi jika Irjen Gatot Eddy dipersiapkan sebagai Kapolri. Kabareskrim Komjen Idham Aziz bakal naik pangkat menjadi Wakapolri. Sedangkan posisi Kapolda Metro Jaya diisi Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo.

Irjen Sigit merupakan mantan ajudan Jokowi pada 2014 lalu sebelum naik pangkat jadi Kapolda. Dia pernah menjadi Kapolres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Solo.

Kapolri Bakal Diisi Plt

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut posisi Kapolri nantinya bakal dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Menurut Neta, posisi itu nantinya akan dijabat oleh Wakapolri Komjen Ari Dono hingga memasuki masa pensiun 23 Desember mendatang. Sedangkan, posisi Wakapolri nantinya bakal dijabat Komjen Idham Aziz.

"Surat Plt Kapolri sedang diproses Mabes Polri dan akan diminta persetujuan Presiden dan DPR. Nama yang diusulkan sebagai Plt Kapolri adalah Wakapolri Komjen Ari Dono," kata Neta, Selasa (22/10).

Neta menambahkan, posisi Kabareskrim nantinya bakal dipegang Irjen Gatot Eddy. Dengan jabatan itu, bintang di pundak mantan perwira tinggi lulusan Akpol tahun 1998 itu bertambah satu bintang menjadi tiga. Kenaikan itu diprediksi Neta bakal memperlancar langkah Irjen Gatot menjadi Kapolri.

Pria yang lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 dan besar di Provinsi Riau ini, pernah mengecap berbagai posisi di Korps Bhayangkara sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya. Awal kariernya dimulai saat mengemban posisi sebagai Kapolres Blitar. Kemudian dilanjutkan dengan Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008).

Posisinya semakin dikenal publik setelah dipercaya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjadi Ketua Satgas Nusantara di tahun 2018 silam. Hingga akhirnya menjabat Kapolda Metro Jaya pada Januari 2019 lalu.

"Posisi Plt Kapolri diperkirakan akan dipegang Ari Dono hingga masa pensiunnya Desember mendatang. Untuk kemudian posisi Kapolri nantinya akan dipegang Gatot Eddy," kata Neta.

Sedangkan menurut Neta, ada dua calon kuat memperebutkan posisi Kapolda Metro Jaya. Keduanya adalah Kapolda Jabar Irjen Rudi dan Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto.

"Bisa dari Jabar, bisa dari Lampung," kata Neta.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:MERDEKA.COM
Kategori:Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Riau

wwwwww