Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
12 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
7 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
11 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
13 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
12 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
12 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hasil Tes Urine, 3 Pegawai Lapas Pariaman Positif Menggunakan Obat

Hasil Tes Urine, 3 Pegawai Lapas Pariaman Positif Menggunakan Obat
Kalapas Pariaman, Pudjiono Gunawan. (foto: Perimusliadi/Covesia.com)
Rabu, 23 Oktober 2019 20:24 WIB
PARIAMAN - Hasil tes urine seluruh jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, sudah diserahkan oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman. Dari hasil tersebut setidaknya ada tiga orang petugas yang dinyatakan positif menggunakan obat.

"Hari ini, saya datang langsung ke Lapas Pariaman, menyampaikan hasil tes urine yang telah dilakukan beberapa waktu lalu itu," kata Ketua BNK Pariaman, Mardison Mahyuddin, di Lapas IIB Karan Aur Pariaman, Rabu (23/10/2019) seperti dilansir Covesia.com.

Lanjut Mardison, hasilnya sudah diserahkan langsung kepada kepala Lapas dalam kondisi masih tersegel.

"Sebagai ketua BNK, saya telah melakukan semua prosesnya. Mulai dari tes urine hingga memperoleh hasilnya. Tapi kalau untuk penyampaian hasil itu merupakan kewenangan dari kepala Lapas," ucap Mardison.

Dikatakan Mardison, sebab itu adalah institusi Lapas, maka yang berhak menyampaikan adalah kepala Lapasnya.

"Kami hanya melakukan proses tes urine saja, dan hingga hasilnya keluar. Setelah itu diserahkan ke pihak Lapas," katanya.

Sementara itu, Kalapas Pariaman, Pudjiono Gunawan membenarkan hal tersebut. "Iya benar, saya telah menerima hasilnya, dan juga sudah membukanya," ujarnya.

"Memang ada pegawai yang positif, tetapi itu positif menggunakan obat. Sama halnya dengan pemeriksaan sebelumnya, ada pegawai kami yang positif menggunakan obat. Itu ada tiga orang yang positif, ada yang minum obat karena sakit," sebut Pudjiono.

Dikatakan Pudjiono, untuk pegawai ini, sebelumnya memang sudah melapor, kalau yang bersangkutan sedang mengkonsumsi obat.

Diketahui sebelumnya, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menepis isu masyarakat, bahwa mengatakan di Lapas Klas IIB Pariaman ini banyak terjadi transaksi barang-barang haram tersebut.

Selain itu, tes urine dilakukan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, ingin membersihkan narapidana lapas itu dari narkoba. Jadi sebelum itu dilakukan, maka harus dulu membersihkan staf pegawai lapasnya. (cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww