Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
MPR RI
8 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
2
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Pendidikan
7 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
3
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
4 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
4
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
DPR RI
21 jam yang lalu
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
5
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
4 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
6
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Abrasi di Pantai Batangkapas Pessel, Banyak Rumah Warga Terancam Ambruk

Abrasi di Pantai Batangkapas Pessel, Banyak Rumah Warga Terancam Ambruk
Abrasi kembali mengganas di Kampung Muaro, Nagari IV Koto Hilir, Kecamatan Batangkapas, Pessel.(foto: istimewa/covesia.com)
Jum'at, 25 Oktober 2019 16:42 WIB
PAINAN - Abrasi kembali melanda wilayah Kampung Muaro, Nagari IV Koto Hilir, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis subuh (24/10/2019).

Akibatnya, sejumlah pohon terseret arus laut yang berada di kawasan pantai dan mengancam keselamatan warga setempat.

"Pantai kembali terkikis, pohon-pohon yang ada di sekitar pantai roboh dihantam gelombang besar," ungkap warga sekitar, Darwis (61), seperti dikutip dari Covesia.com, Jumat (25/10/2019).

Terkait abrasi pantai yang terus mengganas, dirinya berharap pemerintah daerah segera menangani persoalan ini.

Sebab, masyarakat sekitar merasa tidak aman dan makin terancam.

"Kami berharap pemerintah segera melakukan pemasangan batu pengamanan pantai, dan pemindahan peduduk juga dipercepat. Pasalnya, sudah 15 rumah warga hancur akibat abrasi," harapnya

Lanjutnya, saat ini ombak masih besar dan terus mengikis pantai di kawasan muara tempat ia tinggal. Jika tidak ditangani segera beberapa rumah lagi bakal ikut hancur.

"Kami sekarang mulai mengungsi. Soalnya, semenjak subuh Kamis (24/10/2019) ombak kembali mengamuk dan semakin besar," kata Darwis.

Sementara itu, Wali Nagari setempat, Satria Darma Putra mengakui, kondisi abrasi terus meluas, dan memastikan jumlah pengungsi bakal bertambah.

"Harapan kami pada kabupaten adalah segera bangunkan pengaman pantai. Karena masyarakat masih banyak bertahan di sana," jelasnya.

Diketahui sebelum, terkait kondisi pengungsi di abrasi tersebut, Pemkab sudah meninjau lokasi, dan sebanyak 38 KK sudah disediakan logistik sandang dan pangan serta tenda untuk pengunsian semantara.

Seperti pada berita sebelumnya, sebanyak 15 rumah warga di Kampung Muaro, Nagari IV Koto Hilie, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terdampak abrasi pantai, Jumat 27 September 2019 lalu. (cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww