Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Banur Bilang Performa Marini Tak Sesuai Harapan

Banur Bilang Performa Marini Tak Sesuai Harapan
Senin, 28 Oktober 2019 23:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MAGELANG - Penyerang PSIS asal Brasil, Claudir Marini Junior dinilai Bambang Nurdiansyah mengalami penurunan peforma di tiga pertandingan terakhir Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019. Posisi inti Marini di tim saat ini rawan tergeser, karena pelatih kepala PSIS Semarang itu melihat ada pemain yang lebih memberi kontribusi dalam laga pekan ke-25 melawan Borneo FC di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2019) lalu.

Juru taktik yang akrab disapa Banur ini sebelum laga melawan Borneo FC, berharap kepada sosok striker muda bernama Andreas Ado untuk menjadi alternatif pengisi pos Marini. Namun Ado menderita sakit tumit.

Nama mantan pemain Persiwa Wamena musim lalu di Liga 2 ini, juga menjadi langganan pengganti Marini di pekan terakhir. Yakni saat masuk di menit ke-52 melawan Persela Lamongan di pekan ke-23 dan di menit ke-62 ketika PSIS bertandang ke markas Barito Putera pada pekan ke-24.

"Saya pikir kinerja Marini bagus tapi dia peformanya kurang dari yang saya harapkan. Di laga melawan Borneo FC, saya terpaksa tarik dia (di menit 79) dengan digantikan Bayu Nugroho," kata Banur, sapaan Bambang Nurdiansyah.

Setelah Bayu masuk, PSIS sempat tertinggal 1-2 di menit ke-88 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Moch Soebroto itu. Bayu pun menjawab kepercayaan pelatihnya, dengan mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-88 memanfaatkan umpan Bruno Silva.

Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan usai. Momen ini juga kali pertama PSIS bisa mencetak dua gol dalam satu laga di 15 pertandingan terakhir. Wallace Costa dan kolega tercatat terakhir mencetak dua gol atau lebih saat menekuk tuan rumah PS Sleman di pekan ke-9 pada 17 Juli dengan kemenangan 3-1.

Hal ini berbanding lurus dengan total torehan gol PSIS musim ini yakni hanya 17 gol dalam 24 partai yang sudah dijalani. PSIS menjadi klub dengan jumlah torehan gol terburuk dari 18 klub peserta Shopee Liga 1 2019.

Satu tingkat klub dengan jumlah gol yang lebih baik dari PSIS yakni penghuni posisi ke-14 klasemen sementara Persija Jakarta dan Perseru Badak Lampung yang ada di posisi ke-17. Kedua tim ini mencetak 21 gol sepanjang musim yang masih berjalan ini.

"Kalau dilihat setelah laga melawan Persela dan Barito Putera, anak-anak lebih bagus dalam menyerang. Di depan ada perubahan. Namun pertahanan kini yang lemah. Dalam pertandingan melawan Borneo saya rasa mereka lengah dan hilang konsentrasi sehingga tercipta dua gol lawan," ungkap Banur.

Pertandingan selanjutnya, PSIS akan meladeni PS Sleman di pekan ke-26. Namun laga kandang PSIS kali ini tidak bisa dilakukan di Magelang karena tidak mendapat izin keramaian dari kepolisian.

"Kemungkinan lawan PSS kami berkandang di Sleman. Bermain dimana pun kami harus maksimal bermain, di Sleman sekalipun. Target kami tiga poin, meski situasi seperti ini. Harus kami jalani," beber mantan pejabat Direktur Teknik PSIS ini.

Dia ingin laga kandang beraroma tandang itu bisa dimaksimalkan dengan raihan kemenangan. Sebab, Banur tetap yakin suporter PSIS akan datang sebanyak saat mereka bermain di Magelang.

"Tim jelek main di kandang biasanya susah dikalahkan. Kalau kami kebalik, selalu ada aja. Seperti dua gol Borneo FC yang terjadi akibat blunder pemain kami," tandas Banur. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww