Sekolah yang Siswanya Bunuh Guru, Dibekukan Pemerintah

Sekolah yang Siswanya Bunuh Guru, Dibekukan Pemerintah
SMK Icthus Kota Manado. (Kompas.com)
Selasa, 29 Oktober 2019 08:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pemerintah memutuskan menutup sementara SMK Icthus Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Icthus adalah sekolah yang seorang siswanya membunuh guru agama kristen, Alexander Pangkey (54).

Kepala Dinas Pendidikan Sulut, dr. Grace Punuh mengatakan, istilah yang digunakan yakni membekukan sementara. "Hal ini setelah dilakukan investigasi menyeluruh dari Kementerian, dan Dinas Pendidikan," kata dia.

Hasil investigasi menyatakan, telah ditemukan hal menyalahi aturan dalam pengelolaan pendidikan di SMK Ichtus yang izin operasionalnya diterbitkan sejak tahun 2017 itu

Pelanggaran tersebut diantaranya, proses belajar-mengajar yang tidak sesuai standar, termasuk, "tidak pernah mengadakan upacara bendera,".

"Gaji guru tidak lancar dibayar oleh pihak yayasan. Karena tidak lancar, bagian administrasi juga ada yang sudah mengundurkan diri," kata dia.

Akibat pembekuan izin sekolah tersebut, puluhan siswa kini tengah diupayakan untuk dipindah sekolahkan ke sekolah-sekolah terdekat. Nantinya, siswa-siswi eks. Icthus akan melalui test untuk bisa diterima di sekolah baru. Bagi siswa-siswi yang tak berhasil pindah sekolah, pemerintah akan memfasilitasi untuk menempuh Paket C.

"Dalam waktu dekat ini kita akan temui orang tua untuk membicarakan mutasi siswa ke sekolah (lain, red) pasca sekolah (Icthus) dibekukan," kata dia.

Sebelumnya, pada Senin (21/10/2019), pada sekitar pukul 09.30 Wita di Kompleks SMK Ichthus, Alexander Pangkey (54) terlibat adu mulut dengan muridnya, FL (16). FL, tak terima ditegur karena merokok di lingkungan sekolah.

FL sempat pulang (bertolak dari sekolah) namun beberapa saat kemudian, FL datang kembali ke sekolah dengan membawa sejam tajam jenis pisau.

Tanpa basa-basi FL pun langsung menikam tubuh Alexander yang sedang berada di atas sepeda motor Suzuki Nex DB 3261 AI, secara membabi buta.

Alexander yang berlumuran darah pun segera dibawa ke RS AURI dan selanjutnya dirujuk ke PRUP Prof. Kandou.

"Informasi korban sudah meninggal," kata Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, Senin, malam itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

       
        Loading...    
           
wwwwww