Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
15 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
16 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
14 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
16 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
12 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sekolah yang Siswanya Bunuh Guru, Dibekukan Pemerintah

Sekolah yang Siswanya Bunuh Guru, Dibekukan Pemerintah
SMK Icthus Kota Manado. (Kompas.com)
Selasa, 29 Oktober 2019 08:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pemerintah memutuskan menutup sementara SMK Icthus Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Icthus adalah sekolah yang seorang siswanya membunuh guru agama kristen, Alexander Pangkey (54).

Kepala Dinas Pendidikan Sulut, dr. Grace Punuh mengatakan, istilah yang digunakan yakni membekukan sementara. "Hal ini setelah dilakukan investigasi menyeluruh dari Kementerian, dan Dinas Pendidikan," kata dia.

Hasil investigasi menyatakan, telah ditemukan hal menyalahi aturan dalam pengelolaan pendidikan di SMK Ichtus yang izin operasionalnya diterbitkan sejak tahun 2017 itu

Pelanggaran tersebut diantaranya, proses belajar-mengajar yang tidak sesuai standar, termasuk, "tidak pernah mengadakan upacara bendera,".

"Gaji guru tidak lancar dibayar oleh pihak yayasan. Karena tidak lancar, bagian administrasi juga ada yang sudah mengundurkan diri," kata dia.

Akibat pembekuan izin sekolah tersebut, puluhan siswa kini tengah diupayakan untuk dipindah sekolahkan ke sekolah-sekolah terdekat. Nantinya, siswa-siswi eks. Icthus akan melalui test untuk bisa diterima di sekolah baru. Bagi siswa-siswi yang tak berhasil pindah sekolah, pemerintah akan memfasilitasi untuk menempuh Paket C.

"Dalam waktu dekat ini kita akan temui orang tua untuk membicarakan mutasi siswa ke sekolah (lain, red) pasca sekolah (Icthus) dibekukan," kata dia.

Sebelumnya, pada Senin (21/10/2019), pada sekitar pukul 09.30 Wita di Kompleks SMK Ichthus, Alexander Pangkey (54) terlibat adu mulut dengan muridnya, FL (16). FL, tak terima ditegur karena merokok di lingkungan sekolah.

FL sempat pulang (bertolak dari sekolah) namun beberapa saat kemudian, FL datang kembali ke sekolah dengan membawa sejam tajam jenis pisau.

Tanpa basa-basi FL pun langsung menikam tubuh Alexander yang sedang berada di atas sepeda motor Suzuki Nex DB 3261 AI, secara membabi buta.

Alexander yang berlumuran darah pun segera dibawa ke RS AURI dan selanjutnya dirujuk ke PRUP Prof. Kandou.

"Informasi korban sudah meninggal," kata Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, Senin, malam itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww