Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
18 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
9 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
9 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
9 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
9 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi XI DPR Dukung Penuh Agenda Pemindahan Ibu Kota Negara

Komisi XI DPR Dukung Penuh Agenda Pemindahan Ibu Kota Negara
Rabu, 30 Oktober 2019 00:10 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Komisi bidang Keuangan dan Perbankan DPR RI, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintahan Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan.

"Karena itu sudah keputusan pemerintah, Komisi XI akan memberikan dukungan sepenuhnya Sehingga nanti bisa terlaksana sesuai dengan yang dicanangkan oleh Presiden, (terkait, red) biaya dan lainnya," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto di Gedun Nusantara, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Hal ini selaras dengan dukungan Komisi XI terhadap target pertumbuhan ekonomi yang dicantumkan dalam APBN 2020.

Mengutip dokumen Bapennas, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) akan berdampak peningkatan GDP Nasional sebanyak +0.1%, dan menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan karena perekonomian terdisverifikasi ke sektor yang lebih padat karya.

Pemindahan IKN juga akan mendorong perdagangan antar wilayah-Ibu Kota baru dengan Provinsi sekitarnya. Sebanyak 50% wilayah di Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan.

Pemindahan Ibu Kota Baru dari APBN, dipatok sebesar 19,2% dari dua skenario nilai total biaya yakni Rp 466 triliun dan Rp 323 triliun. Sisanya, menjadi jatah BUMN, KPBU dan Swasta.

Dana APBN itu diperuntukkan untuk membangun Istana Negara, Bangunan Strategis TNI/Polri, Rumah Dinas (ASN dan TNI/Polri), Sarana Pendidikan (SD, SMP, SMA), Ruang Terbuka Hijau senilai Rp 4 triliun dan Pengadaan Lahan senilai Rp 8 triliun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, Umum, GoNews Group

wwwwww