Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
12 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
19 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
20 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
14 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Isu Ini Masuk dalam Soal Tes Wawasan Kebangsaan Seleksi CPNS 2019

Isu Ini Masuk dalam Soal Tes Wawasan Kebangsaan Seleksi CPNS 2019
Ilustrasi tes CPNS. (dok)
Kamis, 31 Oktober 2019 10:14 WIB
JAKARTA - Isu radikalisme akan masuk dalam soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) seleksi calon pegawai negeri sipi (CPNS) tahun 2019.

Informasi itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Haria Wibisana. Namun, kata Bima, soal terkait radikalisme untuk TWK tersebut tidak signifikan.

''Akan ada soal seperti itu tapi tidak signifikan. Jadi ini untuk soal-soal TWK, soal-soal tes intelegensia umum, masih standar,'' kata Bima di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019), seperti dikutip dari kompas.com.

Ia pun mengakui bahwa BKN sudah berkeinginan untuk memasukkan soal terkait radikalisme. Namun, BKN memang belum dapat memasukkan banyak soal terkait topik tersebut karena kisi-kisi yang terbatas.

BKN pun berencana memperbanyak tes mengenai radikalisme.

''Tetapi karena soal TWK ini kisi-kisinya terbatas, jadi yang bisa dimasukkan juga sangat terbatas. Mungkin ke depan kami akan mencoba mengubah kisi-kisi soal TWK ini dengan memasukkan tes-tes mengenai radikalisme,'' tuturnya.

Kemudian, Bima membicarakan soal-soal untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Menurut dia, bahasa pada soal tes tersebut sudah disederhanakan dibanding proses seleksi CPNS sebelumnya.

''Soal-soal tes karakteristik pribadi masih akan juga sama, tapi mungkin dengan bahasa yang sedikit berbeda,'' ujar dia.

''Kemarin itu bahasanya lebih sulit, sehingga untuk menangkap secara cepat itu agak kesulitan dan jawabannya juga sangat tipis. Mungkin soal-soal tes karakteristik pribadi mudah-mudahan sudah bisa lebih jelas,'' tutur Bima.

Pembukaan rekrutmen CPNS akan dimulai pada 11-24 November 2019. Sebagaimana proses rekrutmen sebelumnya, pendaftaran CPNS dilakukan melalui situs SSCASN milik BKN, sscasn. bkn.go.id.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Pemerintahan, Riau, GoNews Group

wwwwww